Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:11 WIB
Gedung BRI. (Dok: Bank BRI)

SuaraJogja.id - Di tengah tertekannya saham-saham perbankan di Indonesia, para analis melihat saham BRI (BBRI) masih seksi untuk dilirik. Fundamental yang masih sangat kuat dengan kinerja perusahaan yang positif membuat BBRI layak jadi pegangan.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman, kepada Suara.com, Jumat (1/5/2026) mengatakan secara data terbaru, fundamental BBRI masih sangat kuat dan bahkan menunjukkan momentum positif di awal 2026.

"Laba bersih periode Januari–Februari 2026 mencapai sekitar Rp7,73 triliun (naik 17 persen yoy), ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh dan efisiensi biaya. Kredit juga masih ekspansif di level Rp1.346 triliun ( tumbuh 10,49 persen yoy), menunjukkan intermediasi tetap berjalan baik," terang Rizal.

Selain itu, ia menambahkan, dari sisi struktur keuangan, BBRI juga sangat solid dengan CAR >26% dan likuiditas kuat dan tetap mampu membagikan dividen besar sekitar Rp52 triliun. Ini menegaskan bahwa secara fundamental, BBRI masih menjadi bank dengan profitabilitas dan daya tahan tertinggi di segmen mikro.

Sementara Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, kepada Suara.com menerangkan karena fundamental yang kuat dan dengan kapitalisasi pasar besar BBRI menjadi saham yang menarik.

"Sehingga akan menjadi salah satu saham yang diburu pekaku pasar," kata Reza.

Tapi baik Reza menilai sentimen menjadi penyebab tekanan pada saham bank terbesar di Indonesia tersebut.

"Karena imbas sentimen market tentunya akan terkena dampaknya," kata Reza.

Sementara Rizal menilai BRI mulai menunjukkan moderasi pertumbuhan. Kredit yang sebelumnya tumbuh hampir 12 persen mulai melambat ke sekitar 10 persen, dan pendapatan bunga mulai menunjukkan tekanan tipis .

Baca Juga: Dorong Peran Perempuan, BRI Raih 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026

"Dengan kata lain, BBRI di 2026 masih strong fundamentally, but slowing structurally. Artinya, saham ini tetap sangat menarik untuk jangka menengah dan panjang karena valuasi mulai murah. Mayoritas analis masih rekomendasi buy," tutup Rizal.

Laba Tumbuh di Kuartal I

Sebelumnya pada pekan ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mengumumkan sukses membukukan laba bersih senilai Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,74 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan capaian kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

"Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada triwulan I 2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy)," ujar Hery dalam Taklimat Media Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun pada kuartal I 2026, atau tumbuh 5,94 persen (yoy).

Load More