SuaraJogja.id - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah menjadi penyebab debit sumber-sumber air menurun secara drastis. Kondisi ini berdampak pada semakin terbatasnya ketersediaan air bagi masyarakat. Utamanya di daerah yang mengandalkan sumber air permukaan maupun mata air sebagai kebutuhan sehari-hari.
Sebagai langkah cepat menangani dampak kekeringan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
Hingga akhir Juli 2026, BBWS Serayu Opak telah mendistribusikan air bersih di beberapa daerah, antara lain:
- Desa Kedungwuluh, Kabupaten Banyumas sebanyak 8.000 liter (untuk 236 KK) pada 13 Juli 2026.
- Desa Kedungwuluh, Kabupaten Banyumas sebanyak 8.000 liter (untuk 236 KK) pada 18 Juli 2026.
- Kelurahan Purwodadi, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 5.600 liter (untuk 156 KK) pada 28 Juli 2026.
- Kelurahan Semugih, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 6.000 liter (untuk 67 KK) pada 28 Juli 2026.
- Desa Kaloran, Kabupaten Temanggung sebanyak 5.000 liter (untuk 60 KK) pada 30 Juli 2026.
Penyaluran air bersih tadi adalah bagian dari upaya BBWS Serayu Opak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau.
Selain melakukan distribusi air bersih, BBWS Serayu Opak juga terus melaksanakan investigasi di wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan air, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kekeringan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan penyediaan air bagi masyarakat sehingga dampak musim kemarau dapat diminimalkan pada tahun-tahun mendatang.
BBWS Serayu Opak mengimbau masyarakat yang mengalami dampak kekeringan untuk segera melaporkan kondisi di wilayahnya melalui Posko Bencana BBWS Serayu Opak di nomor 0852-9050-0905 (24 jam). Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. ***
Berita Terkait
-
Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis Inti dan Mesin Pertumbuhan Baru BRI
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
BRI Jadi Andalan Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Beri Apresiasi atas Penyaluran KUR Perumahan
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius