Yayasan tersebut lambat laun semakin besar. Bon Ali telah memiliki 184 anak yang diasuh. Dari berkembangnya yayasan tersebut, mantan Kapolri, Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri sempat menyambangi rumah tersebut.
Berdiri sejak 2008, sejumlah donatur terus membantu aksi sosialnya kepada anak-anak. Namun Ali mengaku tidak bisa terus bergantung dengan orang lain. Dirinya juga bekerja sebagai satpam, memiliki usaha mulai dari batik, jasa sound system dan jasa angkut untuk mempertahankan yayasan itu.
Bertugas sebagai polisi dan juga memiliki yayasan hingga mengasuh 184 anak, kata Ali, tak sedikit godaan dan ujian yang dialami. Ada sebagian keluarganya yang merasa cemburu, karena perhatian besar Ali, dilimpahkan kepada anak-anak itu.
“Tapi itu biasa, rasa cemburu itu ada, tapi saya cepat-cepat menjelaskan bahwa anak-anak itu tidak memiliki orang tua. Kasih sayang yang kurang, ketika diberikan pemahaman itu mereka juga bisa mengerti,” terang dia.
Lebih kurang 14 tahun mengasuh anak-anak yatim piatu dan anak terlantar, Bon Ali mengaku ada satu anak asuhnya yang saat ini masuk ke kepolisian. Saat ini masih berada di Jakarta. Selain itu ada juga anak asuh Ali yang membangun pondok pesantren di Jawa Timur.
“Misi saya itu juga ingin menyelamatkan anak bangsa. Mereka (anak-anak) yang sudah tidak di sini, bisa bermanfaat pertama untuk diri sendiri dulu. Selanjutnya dia bisa bermanfaat untuk keluarganya, lalu harapan lainnya mereka bisa bermanfaat lebih untuk masyarakat,” terang dia.
Membangun Masjid dan Renovasi Gereja
Ingat dari amanah gurunya, Bon Ali tidak hanya fokus kepada anak-anak. Aksi sosial lainnya dijalankan, seperti membangun jembatan di Gunungkidul, membuat sumur, membangun belasan masjid, termasuk juga merenovasi gereja yang ada di DI Yogyakarta.
Bukan tanpa alasan semua itu dikerjakan. Bon Ali sudah berjanji untuk terus memberikan manfaat ke orang banyak, tanpa mengenal latar belakang atau keyakinan dari orang yang dibantu.
Baca Juga: Anggota Polisi Bangun 13 Masjid di Yogyakarta, Dapat Penghargaan Kapolri
“Tugas polisi itu kan ya tadi, mengayomi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Ada 13 masjid yang saya bangun. Selain itu ada gereja yang ada di wilayah Nglipar dan Gedangsari di Gunungkidul. Termasuk juga di Samigaluh Kulon Progo sudah dibangun juga gerejanya,” ujar dia.
Dirinya juga menyasar ke panti jompo yang ada di Yogyakarta. Bon Ali juga memberikan sembako dan bantuan kepada para lansia yang tersebar di DIY.
Bahkan dari satu yayasan yang sudah dibangun, Bon Ali sudah memiliki satu yayasan lain yaitu untuk Pondok Pesantren Al Fatah yang ada di Desa Pereng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hingga kini ada 25 santri yang belajar di sana.
Dapat Hadiah Sekolah Perwira
Ali tak menyangka bahwa kegiatan sosial yang dia lakukan ternyata mendapat perhatian dari pimpinan. Setelah tampil di suatu acara televisi, Bon Ali mendapatkan hadiah dari Kapolri untuk sekolah perwira pada 2022 mendatang. Dengan begitu pangkat Ipda akan segera berada di pundaknya.
"Sebenarnya bintara perwira itu sama. Karena kita kalau yang mempunyai kegiatan itu (terpenting) mental saja. Harapannya dengan adanya ini, semakin semangat lagi. Saya harus terus melayani. Hadir di masyarakat untuk membantu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul