Risna Halidi
Ilustrasi tenis meja. (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Teknik tenis meja. Tenis meja atau biasa dikenal sebagai permainan bola ping pong merupakan olahraga yang menggunakan meja sebagai media untuk memantulkan bola.

Dalam permainan ini, pemain yang mengumpulkan banyak poin adalah pemenangnya dengan ketentuan bola yang digunakan tersebut harus melewati net lawan yang berada di bagian tengah meja atau lapangan.

Pemain dalam tenis meja terdiri dari dua hingga empat orang pemain.

Di Indonesia, tenis meja dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagai suatu permainan rekreasi.

Baca Juga: Adyos Astan Melaju ke 16 Besar Paralimpiade Tokyo 2020

Atlet para-tenis meja Indonesia, Komet Akbar. [NPC Indonesia]

Kini semua orang dari kalangan mana pun tanpa memandang status sosial, selagi memiliki peralatan seperti meja, bet (pemukul), bola, dan net, bisa memainkan permainan tersebut.

Untuk memainkan permainan ini terdapat teknik-teknik dasar tenis meja.

Teknik Memegang Bet
Di dalam tenis meja terdapat tiga teknik memegang bet, sebagai berikut:

1. Teknik Berjabat Tangan (Shakehand Grip)

Teknik ini merupakan teknik yang umumnya paling sering digunakan di wilayah Eropa dan Amerika, dengan menggunakan teknik di kedua sisi bet dapat digunakan. Teknik Shakehand Grip tepat digunakan untuk permainan jarak jauh.

Baca Juga: Hajar Wakil Spanyol, David Jacobs ke Perempat Final Paralimpiade Tokyo

2. Teknik Penhold Grip

Komentar