SuaraJogja.id - Siapa tak kenal Pangeran Diponegoro. Pahlawan nasional ini ternyata tak hanya memiliki peran besar dalam memimpin perang Jawa pada 1825 hingga 1830 melawan kolonial Belanda.
Pangeran yang lahir 11 November 1785 dan berusia 236 tahun juga mempunyai peran luar biasa bagi kebangkrutan VOC. Dalam perang yang telah merenggut 200.000 jiwa rakyat Jawa, 8.000 tentara Belanda dari Eropa dan 7.000 serdadu Londo Ireng (pribumi yang berpihak kepada Belanda-red) ini juga berdampak pada kemerdekaan Belgia.
"Belgia kan merupakan negara jajahan Belanda. Namun berkat perang diponegoro selama lima tahun itu, Belanda akhirnya bangkrut dan Belgia akhirnya bisa merdeka," ungkap Ketua Umum Perkumpulan Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi), Rahadi Saptata Abra disela pentas wayang Babad Diponegoro dan peringatan Milad 236 Tahun Pangeran Diponegoro di nDalem Yudonegaran, Kamis (11/11/2021) malam.
Sejarah yang rencananya akan dibuat filmnya di platform Netflix ini, menurut keturunan keenam Pangeran Diponegoro tersebut, juga menyisakan banyak cerita yang tak banyak orang tahu. Kerugian Pemerintah Kolonial Hindia Belanda akibat melawan pasukan Pangeran Diponegoro mencapai 20 juta Gulden lebih, angka yang luar biasa besar pada masa itu.
Karenanya cerita perlawanan yang kemudian ditulis Pangeran Diponegoro dalam bentuk tembang dengan tulisan Arab Egon saat dia diasingkan di Manado, Sulawesi Utara sebelum wafat pada 8 Januari 1855 perlu terus dilestarikan dan digaungkan kepada generasi milenial ini. Diantaranya melalui pentas wayang yang menceritakan berbagai cerita babad Diponegoro, termasuk cikal bakal perpecahan kerajaan Mataram Jawa yang kemudian menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta usai Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.
Dipilihnya pentas wayang yang sejak beberapa tahun didalangi Ki Catur Benyek Kuncoro, adik dari Ki Seno Nugroho untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran luhur Pangeran Diponegoro pun bukan tanpa alasan. Pada tahun ini misalnya, mengambil judul "Tumusing Jangka", pentas wayang menceritakan masa kecil Diponegoro yang bernama RM Mustahar bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hageng/GKR Tegalrejo, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I bersama yang merupakan nenek cicit Diponegoro.
Saat sowan ke Sri Sultan HB I, Sri Sultan yang melihat mata Diponegoro menyampaikan anak kecil tersebut akan mengobarkan perlawanan terhadap Belanda hingga menimbulkan kerugian yang lebih dahsyat dibanding dengan dirinya saat melawan VOC.
"Sri sultan [hb 1] meminta kepada GKR Hageng agar mendidik dan membesarkan RM Mustahar dengan baik. Selang beberapa waktu kemudian, ucapan Sri Sultan HB I terbukti. Perang jawa yang dikobarkan diponegoro berdampak luar biasa, tidak hanya untuk Jawa namun juga negara-negara lain. Cerita-cerita ini yang ingin tetap kami perdengarkan pada generasi muda indonesia," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Biografi dan Karya Usmar Ismail, Sosok Sineas Bergelar Pahlawan Nasional
Berita Terkait
-
Biografi dan Karya Usmar Ismail, Sosok Sineas Bergelar Pahlawan Nasional
-
4 Nama Pahlawan Nasional Baru Indonesia
-
Presiden Jokowi Tetapkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional
-
Pameran 100 Tahun Usmar Ismail Digelar di Padang
-
Peringati Hari Pahlawan, McDonalds Rilis 6 Karakter Unik Pahlawan Nasional Indonesia
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah