Mangut Lele banyak dijumpai di Bantul. Salah satunya warung Mbah Marto yang terletak di tengah perkampungan. Meski lokasinya cukup tersembunyi, namun pelanggan sudah mengantre, bahkan sebelum Mangut Lele siap disajikan pukul 10.00 WIB.
Mangut Lele diolah dengan cara diasap agar tahan lebih lama. Ikan berkumis ini terasa lezat dengan perpaduan beberapa bumbu dan santan.
4. Sate Klathak
Sate Klathak merupakan sate dari daging kambing muda yang diolah dengan taburan garam dan bumbu kecap. Keunikan dari Sate Klathak terletak pada tusuknya yang menggunakan jeruji besi.
Jeruji besi berfungsi menghantarkan panas hingga ke dalam daging. Dengan begitu, sate tersebut akan matang dengan maksimal hingga ke dalam daging.
Sate Klathak banyak ditemui di Kabupaten Bantul. Bila tertarik menikmati sate ini, cobalah berkunjung ke Sate Klathak Pak Pong, Sate Klathak Pak Bari, Sate Klathak Pak Jupaini hingga Sate Klathak Pangestu.
Warga Gunung Kidul melihat belalang bukan sekadar serangga yang biasa merepotkan petani. Hewan berprotein tinggi ini sukses diolah menjadi kuliner ekstrim dengan rasa yang enak.
Belalang goreng banyak dijual warga di sepanjang jalan menuju pantai-pantai di Gunung Kidul. Namun di pusat kota Gunung Kidul juga sudah ada toko oleh-oleh belalang goreng bernama Pak Ngadi.
Baca Juga: Biennale Jogja XVI Equator #6 Resmi Ditutup, Beri Penghargaan Seumur Hidup untuk Tokoh
Toko Belalang Pak Ngadi memiliki beberapa olahan belalang, mulai dari goreng krispi, abon belalang, goreng bacem hingga goreng original. Toko ini berada kecamatan Wonosari, Gunung Kidul.
6. Geplak
Geplak merupakan makanan khas Yogyakarta, tepatnya dari Kabupaten Bantul. Cemilan ini terbuat dari tepung beras, kelapa parut dan gula. Geplak biasanya disajikan dalam berbagai warna yang membuat kue ini jadi menarik.
Meski identik dengan Bantul, cukup mudah untuk mendapatkan Geplak di berbagai sudut Yogyakarta. Di setiap toko oleh-oleh pasti menyediakan Geplak sebagai salah satu jajanan.
Bakpia Pathok menjadi oleh-oleh yang wajib dibeli ketika berkunjung ke Yogyakarta. Olahan ini terbuat dari kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Kini, Bakpia Pathok juga menyediakan rasa nanas, durian hingga cokelat.
Tag
Berita Terkait
-
Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United
-
Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja
-
Ketika Feodalisme Berhadapan dengan Hak Rakyat, Jogja Istimewa untuk Siapa?
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
-
Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas