SuaraJogja.id - Hujan deras dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bantul rusak karena longsor dan banjir. Adapun lokasi yang terdampak yakni di Embung Imogiri, daerah rawan banjir dan longsor di Jagalan dan Singosaren, dan jembatan ambrol di Rotokenongo, Kasihan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih telah melakukan monitoring ke beberapa wilayah tersebut bersama dinas terkait.
Monitoring ini merupakan jawaban dari beberapa aduan dari masyarakat yang diterima oleh Pemkab Bantul.
Dikatakan Halim, langkah-langkah penanganan yang dilakukan terkait kerusakan itu ada yang sifatnya permanen atau sementara. Penanganan sementara seperti di jembatan rusak akan direkayasa agar orang yang lewat aman.
"Nanti akan dipasang seperti penutup di tempat yang rusak. Lalu tahun 2022 akan dibangun secara permanen," kata Halim, Minggu (14/11/2021).
Menurut dia, yang paling penting adalah hujan akan turun dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga warga terutamannya yang berada di wilayah rawan longsor di bantaran sungai untuk lebih waspada dan memperhitungkan kemungkinan buruk yang terjadi.
"Warga yang berada di wilayah rawan longsor seperti sungai dan selokan-selokan besar agar terus waspada dan menghitung kemungkinan buruk yg bisa terjadi."
“Kami minta kepada FPRB, Dukuh, RT untuk memantau sekelilinya karena hujan masih akan turun untuk beberapa waktu kedepan, oleh karenanya terus lakukan pemantauan jangan sampai ada korban,” ujarnya
Terkait dengan kerusakan sarana di jembatan Rotokenongo akan dipasang belly agar arus lalu lintas lancar dulu.
“Untuk tanggap bencana kami mempunyai anggaran darurat yang kita simpan sebagai Belanja Tidak Terduga (BTT). Ini kami gunakan sementara untuk menanggulangi permasalahan kedaruratan seperti ini,” imbuhnya
Baca Juga: Hujan Deras di Kota Bekasi, Perumahan Duta Kranji Terendam Banjir
Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyatakan, bencana alam tidak bisa diduga kapan dan akan terjadi dimana. Namun, paling tidak sudah ada kesiapsiagaan dan disampaikan kepada masyarakat petugas siap dan menjamin seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Terkait kesiapan personel yang disiapkan, menurutnya, jumlah anggota di Polres Bantul ada 2.000 personel. Jika terjadi bencana yang membutuhkan personel banyak maka semua personel siap.
"Personel yang ada di Polres Bantul bisa dikerahkan semua atau setidaknya setengah kekuatan," katanya.
Tidak hanya polisi, peran dari TNI, BPBD, Polairud, Basarnas, Tagana, Satpol PP, Dishub, PMI dan Paksikaton pun dibutuhkan.
Jajarannya akan menyiapkan sarana dan prasarana terkait antisipasi bencana alam. Sehingga ketika terjadi bencana bisa diminimalisir.
"Misalnya kami punya mobil, mobilnya siap enggak. Kami punya alat, alatnya siap enggak. Ke depannya kami akan merencanakan pelatihan," papar dia.
Berita Terkait
-
Hujan Deras di Kota Bekasi, Perumahan Duta Kranji Terendam Banjir
-
Jakarta Hujan Deras Jumat Sore, Pemprov DKI Bersiap Hadapi Banjir
-
Sungai Bawah Tanah Banjir, Belasan Ribu Pelanggan PDAM Tak Dapat Pasokan Air Bersih
-
Bus Terguling di Demak Ijo, Pohon-Pohon Tumbang Timpa Warga
-
Akibat Hujan Deras, Pohon-Pohon Tumbang di Bantul dan Terjadi Pergerakan Tanah
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma
-
Difabel Harus Kesulitan Masuk Malioboro, Pemda Bongkar Desain Regol Ayom
-
PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun hingga Semester I 2026