SuaraJogja.id - Sepasang anak kembar memiliki kondisi yang unik. Meskipun kembar, keduanya terpaut selisih usia 5 tahun.
Belum lama ini, kisah pasangan suami-istri yang memiliki anak lewat prosedur bayi tabung menjadi sorotan. Pasangan tersebut memiliki anak kembar tapi dilahirkan di tahun berbeda.
Kisah tersebut dibagikan oleh dr Benediktus A, MPH, SpOG di media sosial Instagram miliknya.
Lewat akun @drbennyarifin, dokter satu ini membagikan kisah pasangan suami-istri bernama Aisyah Fiyanti dan Rifki. Pasangan ini sudah menikah 12 tahun.
Baca Juga: Bisa Jadi Pertanda Buruk, Ini 7 Arti Mimpi Hamil yang Ternyata Tak Selalu Baik
Pada tahun 2015 silam, pasangan tersebut mengawali proses bayi tabung (IVF). Dari sana, keduanya dikaruniai anak laki-laki yang lahir tahun 2016.
Di saat bersamaan, pasangan ini juga membekukan embrio lain. Embrio tersebut sempat disimpan selama 6 tahun sebelum pasangan ini kembali memutuskan punya anak.
"Kemudian pasangan ini melakukan Frozen Embryo Transer (FET) lagi di tahun 2021 dari embrio yang telah disimpan selama 6 tahun," lanjut caption unggahan tersebut.
"Dan berhasil hamil lagi dengan sehat hingga lahirnya Khadijah Adzkiya pada tanggal 11 November 2021 hari ini."
Baca Juga: Kisah Pasangan Punya Anak dengan Cara Bayi Tabung, Kembar tapi Selisih 5 Tahun, Kok Bisa?
Dokter ini lantas menambahkan bahwa bayi perempuan pasangan ini merupakan salah satu bayi 'tertua' di klinik mereka.
Alasannya, bayi tersebut berasal dari embrio yang sudah dibekukan selama 6 tahun sebelum akhirnya dilahirkan.
Tidak hanya itu, bayi perempuan tersebut sebenarnya merupakan saudara kembar dari anak pertama pasangan Aisyah dan Rifki.
"Rona bahagia terpancara dari Evan (5 tahun) 'saudara kembar' Adzkiya (0 tahun) ketika melihat adiknya lahir di dunia."
"Bagi saya, momen ini merupakan pengalaman dan berita gembira. Tuhan memberikan lagi kesempatan kepada saya untuk menyaksikan kuasa-Nya yang luar biasa melalui pasangan ini," lanjut Dr. Benny Arifin.
"Ini juga sekaligus menjawab beragam pertanyaan dan keraguan tentang berapa lama embrio bisa disimpan. Jawabannya, belum ada batasan waktu tertentu," tambahnya.
Kisah saudara kembar yang dilahirkan dengan selisih 5 tahun tersebut berhasil menarik perhatian warganet.
Selain itu, dokter satu ini juga berharap agar ceritanya bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi pasangan yang belum dikaruniai buah hati.
Sementara, kisah anak kembar yang memiliki selisih umur ini tak hanya terjadi di Indonesia saja.
Sebelumnya, seorang wanita bernama Sarah Sargaent viral setelah mengungkap bahwa dirinya punya saudara kembar 2 tahun lebih tua. Rupanya, Sarah dan kembarannya sama-sama lahir lewat metode bayi tabung dan embrio Sarah sempat dibekukan.
Berita Terkait
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Perjuangan 20 Tahun Berbuah Manis: Ibu 47 Tahun Melahirkan Bayi Lewat Program IVF
-
Proses Bayi Tabung dalam 'Film Lyora: Penantian Buah Hati', yang Inspiratif
-
Dermawan! Raffi Ahmad Ternyata Bantu 2 Karyawan RANS Ikuti Program Bayi Tabung
-
Berapa Biaya Bayi Tabung di Indonesia? Jadi Bonus Raffi Ahmad untuk Karyawan RANS
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir