Muhammad Ilham Baktora
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 02:18 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bertemu Kapolda DIY, Jumat (29/8/2025) malam. (dok.Istimewa)

SuaraJogja.id - Unjuk rasa besar-besaran yang digelar Aliansi Jogja Memanggil bersama para pengemudi ojek online (ojol) di depan Mapolda DIY, Jumat (29/8/2025) kemarin, berlangsung ricuh hingga larut malam.

Ribuan massa yang sejak sore memenuhi kawasan Ring Road Utara Sleman, menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang ditabrak kendaraan polisi saat aksi di Jakarta.

Kondisi semakin memanas ketika bentrokan pecah di depan Mapolda DIY.

Sejumlah massa membakar ban bekas, melemparkan botol, hingga merusak beberapa fasilitas di sekitar markas kepolisian.

Aparat sempat merespons dengan tembakan gas air mata, membuat massa terpencar ke beberapa titik jalan. Meski demikian, hingga tengah malam, mereka tetap bertahan di Ring Road dan sekitar akses menuju Mapolda.

Di tengah suasana yang tidak kunjung reda, Gubernur DIY Sri Sultan HB X turun langsung ke lokasi. Sultan hadir sekitar pukul 22.30 WIB bersama dua putrinya, GKR Condrokirono dan GKR Hayu, serta menantunya KPH Yudanegara.

Turut mendampingi, Pj Sekda DIY Aria Nugrahadi, Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmat, dan Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Rombongan Sultan yang datang dengan mobil Alphard hitam bernomor polisi AB 10 HBX langsung diarahkan masuk ke Mapolda DIY.

Menariknya, ketika kendaraan Sultan melintas, massa yang sebelumnya berkerumun memberi jalan.

Baca Juga: 'Demokratisasi Jangan Sampai Ada Kekerasan!' Pesan Tegas Sri Sultan di Tengah Aksi Jogja Memanggil

Bahkan, sejumlah demonstran ikut mengawal rombongan hingga gerbang markas.

Kehadiran Sultan seolah menjadi penengah di tengah ketegangan yang belum mereda.

Sesampainya di dalam Mapolda, Sultan diterima langsung Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono.

Pertemuan tertutup digelar bersama sejumlah pejabat DIY untuk membahas perkembangan situasi unjuk rasa.

Dalam pernyataannya di depan massa, Sri Sultan HB X sepakat bahwa aksi demo ini adalah salah satu bentuk demokrasi yang ada di Indonesia.

Namun ia mengingatkan agar demokrasi ini harus dilakukan dengan baik tanpa ada kekerasan.

Load More