SuaraJogja.id - Sebanyak 248.571 atau 72,5 persen masyarakat di Kulon Progo telah menerima suntikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Sedangkan capaian lebih baik tercatat pada vaksinasi dosis pertama yang sudah menembus angka 85,1 persen atau 291,607 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati menuturkan secara keseluruhan jumlah sasaran vaksinasi di Bumi Binangun mencapai 342.720 orang. Hingga saat ini percepatan vaksinasi masih terus dilakukan.
"Hingga kemarin, untuk capaian vaksin di Kulon Progo untuk dosis pertama sudah mencapai 85,1 persen dan kedua sudah 72,5 persen dari total sasaran 342.720 orang," kata Baning kepada awak media, Senin (22/11/2021).
Lebih lanjut, kata Baning, mengenai vaksinasi bagi para pelajar di wilayahnya sendiri sudah mencapai 97 persen. Data capaian tersebut sedikit berbeda dari data yang dikeluarkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Hal itu disebabkan oleh kesalahan dalam memasukkan data antara pelajar dan masyarakat umum. Namun kendala itu sudah dapat diperbaiki lebih lanjut.
"Kita sudah melakukan sweeping atau sisir sekolah bahwa anak-anak ternyata sudah divaksin, sudah 97 persen," ucapnya.
Mengenai rencana vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, kata Baning, hingga saat ini belum akan dilakukan. Pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Belum ada informasi lebih lanjut untuk usia 6-11 tahun. Kita masih menunggu dari Kementerian Kesehatan arahannya," tuturnya.
Baning memastikan bahwa vaksin di Bumi Binangun tidak ada yang kedaluwarsa. Sebab ketersediaan vaksin akan selalu diperbarui beberapa bulan sebelum memasuki masa kedaluwarsa vaksin tersebut.
Baca Juga: Cakupan Vaksinasi Lansia di 5 Wilayah di Jawa Barat Ini Masih Rendah
"Vaksin di KP tidak ada yang kedaluwarsa. Jadi 1,5 bulan sebelum vaksin kedaluwarsa vaksin akan kita komunikasikan dengan Kemenkes untuk didistribusikan ke wilayah lain. Jadi kita tidak ada sampai vaksin yang kedaluwarsa," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengimbau kepada semua pihak untuk tidak lengah terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes). Terlebih menjelang momen libur natal dan tahun baru (nataru) mendatang.
"Melalui satgas Covid-19 kapanewon maupun kalurahan, kita sampaikan agar masyarakat tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Fajar.
Secara prinsip, kata Fajar, Pemkab Kulon Progo selalu mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 di masyarakat. Termasuk dengan perubahan status PPKM berjenjang di wilayah DIY khususnya Kulon Progo saat nataru tahun ini.
"Pada prinsipnya kita terus mengimbau agar masyarakat tidak euforia dalam menyambut libur natal dan tahun baru dan tetap disiplin menjaga prokes itu penting," tegasnya.
Berita Terkait
-
Cakupan Vaksinasi Lansia di 5 Wilayah di Jawa Barat Ini Masih Rendah
-
Info Vaksin Surabaya 22 November 2021 di 10 Tempat Sport Club Hingga Puskesmas
-
Indonesia Kedatangan 5,7 Juta Vaksin Pfizer, Langsung Disebar Ke 12 Provinsi
-
Syamsuar Perintahkan Habiskan Semua Stok Vaksin Covid-19 di Riau
-
Prajurit TNI di Subang Datangi Rumah-rumah Warga di Malam Hari
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat