Belasan tahun ia terbaring lemah di tempat tidur dan untuk beraktifitas dirinya dibantu oleh adik dan kakak kandungnya. Segala aktifitas ia lakukan dengan terbaring di tempat tidur. Rasa jenuh selalu ia tepis dengan cara bersyukur masih diberi umur panjang oleh Yang Maha Kuasa.
Suatu ketika ada anak-anak SD yang bermain ke rumahnya. Kebetulan anak dari adiknya ada yang bersekolah di SD sehingga tempat tersebut sering dikunjungi anak-anak untuk bermain. Mereka kadang membawa buku pelajaran untuk belajar bersama.
"Nah suatu ketika ada yang tidak bisa mengerjakan (soal). Terus tanya saya, tak terangin baru mereka bisa,"ungkapnya.
Sejak saat itu, tak sedikit anak-anak yang mendatanginya untuk membantu mereka belajar. Meski tak lulus SMP dan memiliki keterbatasan gerak, tak sedikit masyarakat Padukuhan Klampok dan sekitarnya yang mempercayakan anak-anaknya belajar bersama mbah Un, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Sensasi Camping di Pantai Sedahan, Surga Tersembunyi di Gunungkidul
Karena banyak yang memintanya mengajari anak-anak, ia harus memiliki buku pelajaran. Kini di samping tempat tidurnya tersusun sejumlah buku mata pelajaran Sekolah Dasar (SD) dari kurikulum terbaru hingga yang lama.
"Buku itu saya gunakan untuk mengajar anak-anak yang datang ke sini untuk belajar," kata dia.
Meski jari tangan dan kaki tidak sempurna bahkan kesulitan duduk, semangatnya untuk membantu banyak orang tak pernah padam.
Seperti halnya les privat, Untoro membuat jadwal satu mata pelajaran setiap harinya. Mata pelajaran yang diajarkannya mulai dari matematika, IPA, IPS dan bahasa Jawa. Meski hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 2 SMP, namun, kemampuannya tak kalah dengan guru sekolah formal. Rumus-rumus aljabar, pitagoras,, persamaan linier dan lainnya mampu ia jelaskan dengan baik menggunakan cara sederhana.
" Anak-anak yang datang kesini biasanya sudah diajarkan materi di sekolah, tapi mungkin karena belum sepenuhnya paham kemudian saya ajari lagi," ujarnya.
Baca Juga: Curi Berlian Majikan untuk Modal Nikah, Sejoli Ditangkap di Gunungkidul
Untoro mengaku tak memungut biaya sepeserpun untuk jasanya mengajar. Menurutnya, melihat anak-anak bisa belajar sungguh-sungguh sudah membuatnya senang.
Berita Terkait
-
Tampar Anak SD hingga Trauma ke Sekolah, Anggota DPR Aceh Tak Dipenjara, Kok Bisa?
-
Liburan ke Gunungkidul? Jangan Sampai Salah Pilih Pantai! Ini Dia Daftarnya
-
Dikepung Banjir, Kota Bekasi Hari Ini Lumpuh
-
40 Gambar Tema Ramadhan untuk Anak SD, Simple dan Lucu!
-
30 Poster Ramadhan Gratis, Desain Mudah untuk Anak SD!
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo