- KAFI Jogja memecat Dwi Pilihanto Nugroho karena tendangan kungfu pada laga Liga 4 melawan UAD FC, Selasa (6/1/2026).
- Panitia Disiplin Asprov DIY menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup dan denda Rp1 juta kepada Dwi.
- Manajemen KAFI menerima sanksi sepenuhnya sebagai komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dan aturan yang berlaku.
SuaraJogja.id - KAFI Jogja memutuskan untuk memecat sang pemain, Dwi Pilihanto Nugroho usai insiden keras dalam laga kontra Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FC dalam ajang Liga 4 Piala Gubernur DIY yang berlangsung di Lapangan Sitimulyo, Yogyakarta, Selasa (6/1/2026) lalu
Saat itu Dwi diketahui melayangkan aksi berbahaya berupa tendangan kungfu ke arah kepala pemain UAD FC.
Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) Daerah Istimewa Yogyakarta pun telah melayangkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup di kompetisi sepakbola Indonesia kepada Dwi.
Selain itu, Pandis Asprov DIY turut menjatuhkan denda sebesar Rp1 juta kepada yang bersangkutan.
"Saat ini sudah diberhentikan [Dwi Pilihanto]," kata Manajer KAFI, M. Hasanudin saat konfirmasi, Kamis (8/1/2026).
"Kalau mas Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu," imbuhnya.
Terkait dengan sanksi yang berikan Pandis, kata Hasanudin, manajemen menerima sepenuhnya keputusan tersebut.
Hal ini sebagai komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai fair play serta menaati aturan berlaku.
"Kita berusaha menjunjung tinggi fair play dan mentaati aturan yang berlaku," tegasnya.
Baca Juga: 7 Fakta Penggerebekan Markas Scammer Jaringan Internasional di Sleman
Pihaknya berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di kancah sepakbola tanah air.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola tanah air," ungkapnya.
Adapun saat ini, KAFI Jogja tengah berfokus untuk menghadapi pertandingan final Liga 4 Provinsi DIY. Dalam laga pamungkas itu, Kafi Jogja akan bertanding melawan Mataram Utama FC di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (18/1/2026) mendatang.
Hasanudin menyebut bahwa insiden Dwi Pilihanto tidak memengaruhi persiapan tim secara keseluruhan.
Meskipun diakui peristiwa itu sempat membuat kondisi tim kurang nyaman. Namun kini, dia bilang, timnya siap menyambut laga final mendatang.
"Kemarin memang situasi kurang nyaman karena adanya peristiwa ini tapi sekarang dari manajemen, tim pelatih, dan pemain berusaha mengembalikan fokus pada tujuan awal dan menatap ke depan untuk meraih hasil yang terbaik di final," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais