Budi Arista Romadhoni
Kamis, 26 Februari 2026 | 11:16 WIB
Ilustrasi olah TKP oleh Polisi usai terjadi aksi pembunuhan. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pembacokan fatal terjadi di Argomulyo, Bantul pada Rabu (25/2/2026) dini hari, menewaskan korban TYR saat tidur.
  • Serangan dilakukan dua terduga pelaku bersenjata parang; istri korban terluka saat menangkis serangan di dalam rumah.
  • Penyelidikan polisi menyatakan ini murni pembunuhan karena tidak ada barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian.

SuaraJogja.id - Peristiwa pembacokan yang menewaskan seorang pria terjadi di kawasan Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Rabu (25/2/2026) pagi.

Korban berinisial TYR (36) tewas setelah diserang menggunakan parang saat sedang tidur di rumahnya sendiri. Aksi kekerasan itu berlangsung ketika korban berada di ruang tengah bersama istri dan anaknya yang masih kecil.

Kepolisian Resor Bantul kini masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi menyebut terduga pelaku berjumlah dua orang. Berikut sejumlah fakta yang telah dihimpun.

1. Terjadi Saat Subuh di Dalam Rumah

Kejadian berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu korban sedang tidur berdampingan dengan istrinya, RPS (34), dan anak mereka yang berusia lima tahun di ruang tengah rumah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika RPS mendengar pintu belakang rumah terbuka. Tidak lama kemudian, seorang pria yang mengenakan penutup muka masuk ke dalam rumah.

Pelaku langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih dalam kondisi tertidur.

2. Serangan Dilakukan Secara Brutal

Serangan terjadi sangat cepat. Korban yang sedang tidur tidak sempat melakukan perlawanan berarti.

Baca Juga: Disnaker Sleman Buka Posko THR, Pengusaha Diminta Patuhi Kewajiban

Menurut hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka sayatan di wajah sepanjang sekitar 10 sentimeter. Selain itu terdapat luka sayatan dari bagian perut hingga paha sepanjang 20 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 10 sentimeter.

Luka serius tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

3. Istri Korban Sempat Menangkis Parang

Dalam kondisi panik, RPS berusaha melindungi suaminya dengan menangkis ayunan parang pelaku. Namun upaya tersebut membuatnya ikut mengalami luka.

Tiga jari tengah RPS mengalami luka robek akibat terkena senjata tajam saat mencoba menghalau serangan.

Meski sudah ditangkis, ayunan parang tetap mengenai wajah dan tubuh korban hingga berakibat fatal.

4. Anak Korban Tidak Terluka

Saat kejadian berlangsung, anak korban yang masih berusia lima tahun berada di lokasi yang sama. Beruntung, anak tersebut tidak mengalami luka fisik.

Setelah pelaku melarikan diri, RPS segera meminta pertolongan kepada tetangga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas bersama tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara.

5. Tidak Ada Barang Berharga Hilang

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang dibawa kabur.

“Dari hasil penyelidikan tidak ada barang berharga yang dibawa oleh pelaku. Sehingga kejadian tersebut murni merupakan pembunuhan,” ujar Iptu Rita Hidayanto.

Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa motif pelaku bukanlah perampokan, melainkan kemungkinan motif pribadi atau faktor lain yang masih didalami.

6. Polisi Duga Ada Dua Pelaku

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menduga pelaku berjumlah dua orang.

“Masih penyelidikan, untuk pelaku dua orang,” ujarnya.

Berdasarkan informasi awal, satu pelaku masuk ke dalam rumah dan melakukan penyerangan, sementara satu lainnya menunggu di atas sepeda motor di sebelah barat rumah korban.

Kedua pelaku disebut mengenakan penutup muka saat beraksi sehingga identitasnya belum dapat dikenali oleh saksi.

7. Keterlibatan Korban dalam Ormas Didalami

Pihak kepolisian juga mendalami informasi mengenai korban yang disebut tergabung dalam salah satu organisasi masyarakat.

Kapolres Bantul menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses pendalaman.

“Untuk itu masih kita dalami,” kata AKBP Bayu Puji Hariyanto.

Namun hingga kini belum ada kesimpulan apakah latar belakang tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa pembunuhan.

8. Penyelidikan Intensif Masih Berlangsung

Polisi terus melakukan langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap identitas dan motif pelaku.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan saksi di sekitar lokasi
  • Pengumpulan barang bukti di tempat kejadian perkara
  • Penelusuran kemungkinan rekaman CCTV di sekitar kawasan
  • Aparat juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.

Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena terjadi di dalam rumah korban pada waktu subuh, saat sebagian besar warga masih beristirahat. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan lingkungan permukiman.

Hingga saat ini, identitas pelaku belum diumumkan dan polisi masih memburu terduga pelaku. Kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik pembacokan yang menewaskan TYR.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat setempat. Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait pengungkapan pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More