Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 Januari 2026 | 07:48 WIB
Ilustrasi penggrebekan Polisi di Sleman. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Aparat kepolisian menggerebek kantor di Jalan Gito Gati, Sleman, Yogyakarta, yang dipastikan sebagai markas scammer jaringan internasional.
  • Penggerebekan yang terjadi pada Senin siang tersebut sempat viral melalui video yang beredar luas di media sosial.
  • Polisi menyita puluhan ponsel dan laptop sebagai barang bukti dari lokasi dugaan tindak pidana terorganisir tersebut.

SuaraJogja.id - Sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak menjadi perhatian publik setelah digerebek aparat kepolisian. Informasi penggerebekan tersebut pertama kali mencuat lewat sebuah video yang beredar luas di media sosial.

Polisi kemudian memastikan bahwa lokasi tersebut merupakan markas scammer jaringan internasional yang telah lama beroperasi.

Berikut rangkuman fakta-fakta penting terkait pengungkapan kasus tersebut.

1. Video Penggerebekan Sempat Viral di Media Sosial

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah personel kepolisian meninggalkan sebuah kantor di Jalan Gito Gati ramai diperbincangkan warganet. Video itu diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover. Dalam rekaman tersebut, tampak banyak personel polisi keluar dari lokasi dengan menggunakan truk Dalmas, mobil patroli, hingga sepeda motor.

Video tersebut memicu spekulasi publik terkait aktivitas di dalam kantor itu. Namun, tak lama setelah viral, unggahan tersebut diketahui telah dihapus dari akun yang bersangkutan.

2. Polisi Pastikan Lokasi Adalah Markas Scammer

Menanggapi beredarnya video tersebut, pihak kepolisian akhirnya memberikan klarifikasi. Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, membenarkan bahwa penggerebekan memang dilakukan oleh jajarannya.
Ia memastikan kantor di Jalan Gito Gati tersebut diduga kuat menjadi lokasi praktik tindak pidana scam jaringan internasional.

“Diberitahukan kepada masyarakat bahwa kejadian tersebut merupakan pengungkapan dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang sedang ditangani Polresta Jogja,” ujar Gandung saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Lalin Tol Solo-Yogyakarta Segmen Kartasura-Prambanan Melonjak 61,2 Persen Saat Nataru

3. Penggerebekan Terjadi Senin Siang

Penggerebekan dilakukan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Aparat kepolisian datang ke lokasi secara serentak dan langsung mengamankan area kantor yang berada di lingkungan permukiman warga tersebut.

Sejumlah personel tampak berjaga di sekitar lokasi selama proses penggerebekan berlangsung, guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak mengundang kerumunan warga.

4. Saksi Mata Diminta Menyaksikan Proses Penggerebekan

Salah satu saksi mata yang berada di sekitar lokasi menuturkan, dirinya diminta oleh petugas kepolisian untuk ikut menyaksikan jalannya penggerebekan. Saat itu, ia sedang beraktivitas di sekitar rumahnya sebelum didatangi oleh salah satu anggota polisi.

“Saya ke sana itu sudah proses penggerebekan. Ada anggota yang menemui saya dan meminta untuk menyaksikan jalannya penggerebekan,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Menurutnya, proses penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dari lantai bawah hingga lantai atas kantor tersebut.

5. Polisi Sita Puluhan Ponsel dan Laptop

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel dan laptop. Saksi mata menyebut jumlahnya cukup banyak karena hampir setiap ruangan di kantor tersebut memiliki perangkat elektronik.

“Barang bukti berupa beberapa HP dan laptop. Banyak sekali. Di lantai bawah ada, di lantai atas juga ada kamar-kamar, dan setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja,” katanya.

Penyitaan perangkat elektronik ini diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan yang dilakukan secara terorganisasi dan melibatkan komunikasi lintas negara.

6. Kasus Masih Dalam Proses Pendalaman

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, membenarkan bahwa pihaknya telah mengungkap dugaan tindak pidana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.

“Benar, Polresta Jogja berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional di Jalan Gito Gati. Sampai saat ini masih proses pendalaman dan akan segera kami sampaikan perkembangannya,” ujarnya.

Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, juga menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait masih terus berlangsung.

7. Pegawai Mengaku Sebagai CS dan Admin

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui aktivitas mencurigakan dari kantor tersebut selama beroperasi. Salah satu saksi berinisial N menuturkan bahwa para pegawai di kantor itu mengaku bekerja sebagai customer service (CS) dan admin.

“Kita tahunya mereka CS, admin. Soal kegiatannya di dalam seperti apa, warga sekitar kurang tahu,” ujar N.

Menurutnya, kantor tersebut beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti. Setiap hari, puluhan kendaraan terlihat terparkir di halaman kantor. Para pegawai didominasi anak muda dengan pakaian kasual dan tanpa seragam resmi perusahaan.

Hingga kini, Polresta Jogja masih mendalami peran masing-masing pegawai serta jaringan yang terlibat dalam praktik scam internasional tersebut. Polisi memastikan akan menyampaikan informasi terbaru seiring perkembangan penyelidikan.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More