SuaraJogja.id - Sifat Jaiz. Jaiz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah SWT menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatu apapun juga. Sebab Allah SWT bersifat Qudrat (Kuasa) dan Iridath (Kehendak), juga boleh-boleh saja bagi Allah SWT meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau.
Iman kepada sifat Jaiz Allah SWT dapat ditunjukan oleh seorang muslim dalam sikap dan perilaku yang terpuji.
Dengan demikian, orang yang percaya terhadap sifat Jaiz Allah SWT dalam perilaku hidup sehari-hari dapat dilihat dari ciri-cirinya. Sikap perbuatannya akan selalu terarah dan terbimbing oleh keimanannya, sehingga tampak selalu terpuji dan mulia.
Lalu, seperti apa ciri-ciri sesorang yang percaya atau beriman terhadap sifat Jaiz Allah SWT, berikut ulasannya.
1. Rajin Beribadah
Orang yang percaya dan selalu mengerjakan Ibadah yang wajib, seperti sholat lima waktu, puasa ramadhan, mengeluarkan zakat dan sebagainya.
Di samping itu, mereka juga rajin mengerjakan Ibadah sunat, misalnya, sholat sunnat, puasa sunat, infak, sedekah, dan sebagainya.
Semua itu dilakukan karena semata-mata mengharap rizha Allah SWT. Sebab Allah SWT dengan sifat Jaiz-Nya boleh member pahala berupa kesenangan di akhirat, boleh juga member balasan kesenangan hidup di akhirat.
Oleh karena itu, orang beriman kepada sifat Jaiz Allah SWT berusaha agar segala sesuatunya di ridhai Allah SWT. Dengan rida-Nya diharapkan Allah akan memberikan kesenangan di akhirat kelak, bukan ketidak senangan atau kesengsaraan.
Baca Juga: 4 Kelompok Sifat Wajib Allah: Nafsiyah, Salbiyah, Maani, Manawiyah
2. Rajin Bekerja
Orang yang percaya terhadap sifat Jaiz Allah SWT, yakin bahwa Allah boleh memberi atau tidak boleh memberi rezeki kepada hambanya. Orang yang percaya rajin bekerja dengan harapan bahwa Allah SWT akan member rezeki atas hasil usaha.
3. Rajin Belajar
Orang yang beriman terhadap sifat Jaiz Allah SWT, akan berusaha untuk rajin belajar. Dengan rajin belajar, ia berharap Allah menjadikan dia orang yang pandai.
4. Ikhlas
Orang yang percaya terhadap sifat Jaiz Allah SWT selalu ikhlas menerima apapun yang diberikan Allah kepadanya. Karena ia yakin bahwa Allah SWT maha bebas berbuat terhadap apa yang ia ingin.
5. Bersyukur
Bersyukur, merupakan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat Jaiz Allah SWT. Orang yang beriman terhadap sifat jaiz Allah SWT, ketika mendapat kebahagiaan, ia merasa sangat bersyukur, karena dengan sifat Jiaz, Allah tidak bisa memberikan kesenangan kepadanya, melainkan sifat kesengsaraan.
6. Bersabar
Bersabar juga merupakan ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat Jaiz Allah SWT. Karena orang percaya dengan sepenuh hati, bahwa musibah atau kesengsaraan yang diberikan Allah SWT merupakan ujian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara