SuaraJogja.id - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum tiga kilometer ke arah barat daya pada Rabu malam.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu, menjelaskan awan panas guguran pada pengamatan pertama terjadi pada pukul 20.00 WIB dengan jarak luncur sejauh lebih kurang 2,2 km ke arah barat daya.
"Tercatat di seismogram dengan amplitudo 62 mm dan durasi maksimum 186 detik," kata dia.
Selanjutnya, awan panas guguran kembali terpantau pada pukul 21.04 WIB dengan jarak luncur tiga kilometer ke arah barat daya, amplitudo maksimum 41 mm, serta durasi 702 detik.
Selama periode pengamatan pada Rabu, pukul 12.00 sampai dengan 18.00 WIB, Gunung Merapi juga tercatat mengalami 34 gempa guguran dengan amplitudo 3-60 mm selama 49-182 detik, tiga gempa embusan dengan amplitudo 3-19 mm selama 19-27 detik, serta empat gempa fase banyak dengan amplitudo 3-9 mm selama 8-11 detik.
Berdasarkan pengamatan visual aktivitas Gunung Merapi periode 19-25 November 2021, BPPTKG menyatakan tidak ada perubahan morfologi yang signifikan, baik pada kubah barat daya maupun kubah tengah Merapi.
Volume kubah lava barat daya tercatat sebesar 1.610.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.927.000 meter kubik.
BPPTKG hingga saat ini mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Baca Juga: Rekomendasi 10 Hotel Unik di Jogja: Bertema Jawa Kuno Hingga Ada Kolam Renang di Rooftop
Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Wisata Jogja Terbaru untuk Liburan Akhir Tahun, Klik di Sini!
-
Update Merapi: Terjadi 25 Guguran Lava Dalam 30 Jam Terakhir Jarak Luncur Maksimal 2 Km
-
Intensitas Kegempaan Masih Tinggi, Sepekan Merapi 110 Kali Luncurkan Lava dan 1 Awan Panas
-
Update Merapi, Terjadi 26 Kali Luncuran Lava ke Barat Daya Terjauh 2 Kilometer
-
Update Merapi, Terjadi 15 Kali Luncuran Lava ke Arah Barat Daya Dalam 6 Jam Terjauh 2 Km
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak
-
Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
-
Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026