SuaraJogja.id - Neida kembali dengan proyek solonya dengan lagu berjudul “Tentang Rindu”. Berbeda dari “Lubuk Bicara” dan “Yang Lalu Hanya Debu” yang bertempo pelan, “Tentang Rindu” adalah lagu dansa penuh euforia yang merayakan perjumpaan kembali setelah melewati kesepian, suatu hal yang sempat dirasakan Neida di masa pandemi dan kemudian disalurkan ke penulisan lagu.
“Jadi ‘Tentang Rindu’ aku tulis mulai bulan Juli 2021. Itu masa-masa PPKM yang nggak bisa ketemu siapa-siapa dan aku merasa kesepian pada waktu itu,” ujar Neida.
“Liriknya terbentuk karena lagi kangen banget sama kerumunan. Berusaha untuk tidak larut dalam kesenduan di keseharian, jadi aku banyak mendengar lagu dansa,” imbuh Neida yang menyebut Donna Summer, Sophie Ellis-Bextor, Jessie Ware dan Parcels sebagai referensi utama untuk “Tentang Rindu”.
Benar saja, lagu "Tentang Rindu" menyuguhkan irama yang bisa membuat para pendengarnya menganggukkan kepala sembari mengayunkan kaki untuk berjoget di lantai dansa. Elemen musik yang hadir dalam lagunya, mulai dari gitar, bass, hingga keys, membuat olah vokal Neida terasa menyenangkan untuk didengarkan berulang kali. Suara Neida pun terdengar begitu asyik saat meliuk-liuk di nada rendah maupun nada tinggi.
Neida lantas menceritakan proses kreatif di balik pembuatan musiknya. Untuk “Tentang Rindu”, Neida kembali memercayakan Enrico Octaviano dari Lomba Sihir dan Martials sebagai produser. Ini sekaligus meneruskan kerja sama mereka sebelumnya di lagu “Yang Lalu Hanya Debu”.
“Di masa PPKM kemarin aku mulai mengulik Logic dan sampling, jadi aku datang ke produser dengan demo musiknya. Aku merasa Enrico tahu referensi-referensi musik aku. Karena sudah kenal dan umurnya enggak jauh juga, jadi aku enggak canggung untuk komunikasi,” kata Neida.
Secara keseluruhan, “Tentang Rindu” adalah karya yang menunjukkan semakin matangnya seorang Neida Aleida sebagai penyanyi dan pencipta lagu setelah dikenal melalui dua album bersama HIVI! dan kolaborasi dengan beraneka ragam nama seperti Souljah, Parlemen Pop, Greybox, Martials dan Hursa. Lagu ini juga merupakan kelanjutan proses Neida dalam menemukan identitasnya sendiri sebagai musisi.
Berbeda dengan di HIVI!, di mana Neida menjadi salah satu dari empat kepala di kelompok musik pop yang sudah punya cetak biru yang khas, kali ini di lagu-lagu solonya Neida mempunyai keleluasaan untuk bereksperimen. “Dengan karya solo, aku bisa punya kebebasan untuk eksplorasi,” katanya.
Pastinya, masih ada karya lain yang akan diperkenalkan Neida di waktu mendatang, termasuk sebuah lagu yang menjadi pelengkap manis untuk “Tentang Rindu”. Namun, untuk saat ini, Neida cuma berharap “Tentang Rindu” bisa membuat pendengar semakin mengenal dirinya dan membawa kebahagiaan. “Mudah-mudahan lagu ini menunjukkan warna musik aku,” kata Neida. “Aku sangat ingin membawakannya di depan penonton. Melihat mereka tersenyum dan berdansa dengan lagu ini akan terasa luar biasa.”
Baca Juga: Kemenkominfo Gandeng HIVI! Luncurkan Lagu Soal Bijak Main Medsos
Berita Terkait
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi
-
Pesona Keisha Cinantya: Vokalis Baru HIVI! Punya Jejak Karier Mentereng
-
Profil Keisha Cinantya Vokalis Baru HIVI!, Ibu Satu Anak Berusia 30 Tahun
-
Sudah Temukan Pengganti Neida Aleida, HIVI! Umumkan Vokalis Baru
-
Lagi Hamil, Neida Aleida HIVI! Dilarang Tampil di Luar Kota
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda
-
Pestapora 2026 Makin Seru, BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan 0%
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah