SuaraJogja.id - Perkembangan pasar uang kripto semakin menggurita saat ini. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan mata uang digital ini dalam beragam transaksi di dunia maya.
Bahkan komunitas-komunitas pemain kripto pun mulai bermunculan, termasuk di DIY, terutama selama masa pandemi COVID-19 ini. Mereka banyak menambang kripto dengan keuntungan yang lumayan besar setiap bulannya.
'Kalau di bank konvensional, nasabah hanya mendapatkan maksimal 4 persen bunga setiap tahunnya, dengan kripto bisa berkali lipat hingga lebih 8 persen per bulan. Ini potensi yang sangat besar sebenarnya bagi indonesia untuk bersaing di level internasional," ungkap ketua Komunitas Kripto Sleman Hashrate Hanif Nur Ahmad di Yogyakarta, Minggu (12//12/2021).
Meski memiliki banyak keuntungan, menurut Hanif, perkembangan mata uang digital kripto ini terganjal regulasi dari pemerintah. Di satu sisi, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini masih melarang lembaga keuangan di Indonesia menggunakan kripto. Larangan ini dibuat karena mata uang digital tersebut dianggap bukan merupakan alat pembayaran yang sah.
Namun di sisi lain Kementerian Perdagangan menekankan kripto menjadi salah satu aset digital. Bahkan bisa masuk kategori sebagai komoditas dalam perdagangan.
Padahal berbeda dari bank konvensional, penyimpanan kripto tidak akan membuat mata uang digital tersebut bisa hilang tiba-tiba laiknya kasus tabungan nasabah salah satu bank di DIY beberapa waktu lalu. Penambangan kripto terjamin keamanan melalui kerjasama wadah dan komunitas yang menjadi pemain kripto di level internasional.
"Bursa kripto ada untuk mengejar capital gain tax atau pajak atas keuntungan dari transaksi kripto. Tapi kebijakan untuk meregulasi aset kripto masih tidak konsisten sehingga sulit berkembang," tandasnya.
Karenanya para pemain kripto berharap agar ada regulai yang jelas akan mata uang digital tersebut. Apalagi dari data nasional, dalam sehari ada Rp1,7 triliun perputaran uang di transaksi kripto.
Dicontohkan Hanif, ada pemain kripto di DIY yang menggunakan tiga rumah khusus untuk menambang kripto. Menggunakan listrik hingga 200 ribu watt dipasang untuk menambang kripto dengan mesin seharga Rp8 Miliar
Baca Juga: Diretas Aset Kripto Ethereum, BNPB Pulihkan Akun YouTube
"Tapi keuntungannya luar biasa, mereka bisa menambang 8 persen per bulan dari total kripto yang diinvestasikan," jelasnya.
Hanif menambahkan, bermain kripto sebenarnya tidak sulit. Pemain tidak harus memahami Teknologi Informasi ataupun perbankan, asal berminat dan mendukung adopsi kripto.
Mereka bisa saling berbagi mesin untuk jadi pemain kripto. Contohnya membeli mesin bersama seharga Rp80 juta. Satu mesin bisa digunakan lima sampai enam pemain untuk menambang kripto.
"Karenanya kami mencoba mewadahi para pemain kripto di jogja untuk ikut berperan meningkatkan perekonomian kita di masa pandemi ini. Saat ini anggota komunitas baru sebelas, tapi kami yakin akan bertambah besar kedepannya di jogja," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya