Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Senin, 13 Desember 2021 | 13:21 WIB
Atlet para-bulu tangkis putri Indonesia, Leani Ratri Oktila di Peparnas Papua 2021. [Dok. NPC Indonesia]

Lantas pada tahun 1898, untuk pertama kalinya gelaran turnamen terbuka dari permainan badminton ini dilaksanakan. Yang dilaksanakan di Guilford, khusus untuk nomor ganda. Selang setahun dari gelaran ini, kompetisi bernama All England dilaksanakan. Yakni pada 4 April 1899 di London-Scottish Drill Hall di Buckingham Gate, London.

Kemudian permainan ini menyebar ke Irlandia pada tahun 1900 dan Skotlandian pada tahun 1907. Dan menyebar ke daratan Eropa Utara pada tahun 1920-an. Dan barulah pada tahun sekitar 1930an, permainan ini masuk ke Indonesia.

Sejarah Bulu Tangkis di Indonesia

Sebagai permainan olahraga yang menggunakan alat bernama raket dan memukul benda bernama kok. Permainan ini mulai masuk di Indonesia sekitar tahun 1930-an. Kemudian pada tahun 1933 di Jakarta terbentuk perkumpulan badminton beranama “Bataviase Badminton Bond” (BBB).

Baca Juga: Laga 2021 Mulai Hari Ini, Simak Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF dari Tahun 1977

Selanjutnya berdiri pula satu perkumpulan lagi yang bernama “Bataviase Badminton League”. Kedua perkumpulan ini akhirnya bersatu menjadi “Bataviase Badminton Unie”. Pada tahun 1942, diusulkan untuk mengganti istilah badminton menjadi bulu tangkis oleh R.M.S. Tri Tjondrokoesoemo yang waktu itu menjabat sebagai Ketua ISI (Ikatan Sport Indonesia).

Lalu pada tanggal 4-6 Mei tahun 1951 para tokoh menyelenggarakan kongres di Bandung dan menghasilkan keputusan dibentuknya bada bulutangkis nasional yang bernama PBSI, yang memiliki kepanjangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Sebagai Ketua PBSI pertama adalah H.R. Rochdi Partaatmadja dan dua Wakil Ketua yaitu Sudirman dan Tri Tjondrokoesoemo. Pada tahun 1953 PBSI secara resmi menjadi calon untuk menjadi anggota IBF. Ini merupakan langkah awal masuk ke dunia internasional merealisasi ambisi untuk memboyong piala Thomas yang merupakan kejuaraan dunia beregu putra.

Lalu melalui PBSI ini, tersebar aturan main dari Bulu Tangkis ini. Secara sederhana, permainan ini dilakukan dengan memasukkan kok ke area lawan, dengan usaha lawan tidak bisa mengembalikan kok yang sudah kita pukul ke arenanya.

Peraturan Terbaru Badminton untuk sistem 21 point, Setiap service over selalu ada pertambahan angka, pemain selalu menghasilkan angka meski tidak melakukan service, jika nilai ganjil yakni 1,3,5, dan seterusnya dimulai dari kiri, dan nilai genap yakni 2,4,6, dan seterusnya dimulai dari kanan pemain pemegang service.

Baca Juga: Prestasi Viktor Axelsen, Sang Juara Olimpiade Tokyo 2020 hingga BWF World Tour Finals 2021

Sama seperti single, untuk ganda hanya ada 1 service atau tidak ada memiliki bola ke dua. Jika skor 20-20, pemenang harus unggul 2 point berurutan atau consecutive. Misal: 22-20, 23-21, dan seterusnya, jika skor 29-29, pemenang adalah yang mencapai angka 30. Untuk aturan teknis lainnya, sama dengan aturan terdahulu.

Load More