SuaraJogja.id - Sepak bola adalah salah satu olahraga pemersatu bangsa. Hal ini dapat dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nielsen Sport, dimana 77 persen penduduk Indonesia gemar menonton pertandingan sepak bola, terutama apabila tim nasional memiliki jadwal laga. Antusias masyarakat yang tinggi, lalu seperti apakah awal keberadaan sepak bola di Indonesia?
Sebelum membahas bagaimana sepak bola masuk ke Indonesia, mari terlebih dahulu mengetahui dari manakah asal sepak bola ini.
Sepak bola secara resmi diidentifikasi oleh FIFA berasal dari negeri tirai bambu atau China pada saat dinasti Han sekitar abad 2-3 sebelum masehi dengan nama Tsu chu, yaitu permainan menggiring bola dan masuk ke gawang atau jaring kecil. Selain tenar di China, sepak bola juga menjadi bagian dari warga Jepang.
Perkembangan sepak bola dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sepak bola modern sudah mulai dimainkan di area seperti kampus. Berikut ini adalah timeline sejarah perkembangan sepak bola dunia.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Menu Sarapan Sehat yang Cocok Dikonsumsi Sebelum Olahraga
Pada tahun 1863 Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dibentuk.
- Tahun 1885 ada pertandingan di luar Inggris, yaitu Kanada vs Amerika
- Tahun 1886 rapat pertama untuk membahas pembentukan asosiasi sepak bola dunia
- Tahun 1888 mulai ada wasit yang memegang penuh kendali suatu pertandingan.
- Tahun 1888 tendangan pinalti mulai berlaku
- Tahun 1904 FIFA dibentuk dengan anggota Perancis, Belgia, Belanda, Spanyol, Swiss, dan Swedia.
FIFA akhirnya lahir dan memiliki slogan "for the game, for the world" yang intinya sepak bola dapat menjadi pemersatu antar bangsa setelah terjadinya perang dunia. Sejarah sepak bola dunia ini terus berlanjut ketika pada tahun 1908 sepak bola mulai menjadi olahraga dalam Olimpiade dan mengadakan kejuaraan dunia pertama, yaitu piala dunia di Uruguay pada tahun 1930.
Sejarah Sepak Bola di Indonesia
Masuknya olahraga si kulit bundar ke Indonesia, tidak terlepas dari peran bangsa-bangsa lain yang masuk ke Indonesia melakukan perdagangan maupun penjajahan. Kala itu China masuk ke Indonesia dan memperkenalkan sepak bola untuk menunjukkan bahwa negara tirai bambu ini tak kalah superior dibandingkan dengan negara-negara eropa seperti Belanda.
Tercatat pada tahun 1915 banyak terbentuk perkumpulan atau klub sepak bola yang didirikan warga Tionghoa, hal ini jelas terlihat karena pada tahun 1902 Tionghoa Surabaya dan UMS Jakarta menjadi raja persepakbolaan Hindia Belanda masa itu. Hal ini pernah mengantarkan Indonesia masuk ke piala dunia tahun 1938.
Baca Juga: Sejarah Bola Voli, Berawal dari Permainan Para Bangsawan di Indonesia
Masuknya sepak bola ke Indonesia juga tak terlepas dari badan yang mengelola olahraga ini dapat bertahan hingga kini, yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI. Organisasi ini didirikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.
Berita Terkait
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
3 Drama China yang Dibintangi Nine Kornchid, Ada Insect Detective
-
4 Drama China Genre Xianxia yang Digarap Sutradara Guo Hu
-
Seperempat Juta Penumpang Gunakan Kereta Cepat Whoosh di Libur Lebaran, Tapi Bukan untuk Mudik
-
Sinopsis Drama China Marry Me Again, Drama Pendek yang Dibintangi Ryan Ren
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir