Namun demikian, presiden SAMRC Glenda Gray mengatakan temuan bahwa vaksin memberikan perlindungan yang baik terhadap penyakit parah dan rawat inap menjadi penting saat varian baru menyebar dengan cepat.
"Kami sangat terdorong dengan temuan ini," kata dia dalam pernyataan.
Analisis menunjukkan perlindungan terhadap kemungkinan rawat inap terjaga di semua kelompok usia –dari 18 hingga 79 tahun– dan level yang lebih rendah ada di kelompok usia yang lebih tua.
Perlindungan tersebut juga konsisten di kalangan pasien berpenyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterolemia, dan gangguan jantung.
Afsel menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech dan Johnson & Johnson dalam program vaksinasi COVID-19 dan sejauh ini telah menyuntikkan lebih dari 20 juta dosis vaksin Pfizer.
Penelitian itu menyimpulkan bahwa risiko terinfeksi kembali lebih tinggi selama gelombang keempat dan bahwa risiko dirawat inap di kalangan penduduk dewasa yang terkena COVID-19 adalah 29 persen lebih rendah dibandingkan selama gelombang pertama di Afsel awal tahun lalu.
Anak-anak sepertinya berisiko 20 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit akibat komplikasi selama gelombang keempat ketimbang gelombang pertama, terlepas dari jumlah kasusnya yang rendah, menurut studi tersebut.
Berita Terkait
-
Varian Omicron Sebabkan Kematian, PM Inggris Tekankan Pentingnya Vaksin Booster
-
Berkeringat Saat Malam Hari Jadi Tanda Varian Omicron dan Berita Kesehatan Lainnya
-
Dua Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Kurang Efektif Melawan Varian Omicron
-
Boris Johnson: Setidaknya Ada Satu Kasus Kematian akibat Varian Omicron di Inggris
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG