SuaraJogja.id - Bicara soal pantai, cuaca panas tentu langsung terbayang. Namun, pernahkah Anda membayangkan bermain pasir pantai meski tengah di dataran tinggi?
Osea Resto & Bar menjadi salah satu restoran dengan konsep tak terduga. Bagaimana tidak? Restoran ini membuat para pengunjungnya bisa menikmati pasir pantai meski berlokasi di kaki Gunung Merapi.
Berlokasi di Jalan Pakem - Turi, Pakem, Sleman, Oseo Resto memiliki suasana yang sejuk. Ya, restoran ini di desain mirip dengan beach club yang biasanya ada di pinggir pantai.
Di tengah restoran terdapat kolam renang dengan kursi pantai di pinggirnya. Selain itu, pepohonan di sekelilingnya juga membuat tempat ini semakin nyaman.
Menariknya, ada area di Osea Resto & Bar yang juga dilengkapi dengan pasir pantai. Tak heran, restoran ini menarik banyak perhatian warganet.
Setiap sudut di Osea Resto & Bar juga sangat cantik dan cocok untuk Anda yang suka dengan tempat estetik. Pelayanannya pun sangat ramah dan benar-benar memperhatikan protokol kesehatan.
Setiap pelayan menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan. Pelanggan yang masuk juga harus mencuci tangan, cek suhu dan memakai masker.
Menu yang disajikan pun sangat lengkap mulai dari makanan pembuka, makanan berat, makanan penutup, dan juga camilan. Selain itu, menu makanan yang bisa dipilih cukup beragam mulai dari masakan khas nusantara, Italia, hingga western food.
Harga menu yang bisa dipilih juga cukup beragam. Makanan di Osea Resto & Bar dibanderol mulai dari Rp30 ribu sampai dengan Rp115 ribu.
Baca Juga: Gara-gara Google Maps, Bus Wisatawan Malah Nyangkut di Jalan Sempit di Bali Utara
Minuman yang disajikan juga beraneka ragam. Pengunjung bisa memilih, kopi, mocktail, teh, hingga jus yang menyehatkan. Untuk harga minuman di Osea Resto & Bar mulai dari Rp20 ribu sampai Rp35 ribu.
Oseo Resto buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Sebelum datang, pengunjung disarankan untuk membuat reservasi terlebih dulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dishub Kota Yogyakarta Ingatkan Pasar Ramadan Tetap Prioritaskan Fungsi Jalan
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data