Tanpa pikir panjang, Suta menyewa boot tersebut. Dia juga menelpon salah satu temannya di Jakarta untuk mengirimkan sisa baju impor untuk dijualnya. Di boot yang sederhana itu, dia memajang baju-baju jualannya.
Kebaikan kembali melingkupinya. Salah seorang pemilik boot di sebelahnya bertanya kenapa boot milik Suta sangat sederhana ditengah boot-boot lain yang cantik. Dengan jujur Suta mengaku tak punya uang untuk membeli gantungan baju.
Tiba-tiba hari berikutnya, pemilik boot sebelahnya membawakannya gantungan baju dengan alasan tak dipakai. Namun setelah dicek, gantungan baju tersebut masih baru dan sengaja dibelikan untuk boot Suta.
"Di plastik pembungkus gantungan baju masih ada harga yang lupa dilepas, harganya tidak murah dan masih baru," ujarnya.
Pameran tersebut ternyata sukses. Barang dagangan Suta laris manis terjual setiap harinya selama pameran.
Dari Mall ke Mall Pakai Sepeda
Mendapatkan semangat dari orang-orang baik, akhirnya Suta dan istri terus mengikuti pameran fashion di sejumlah mall. Mencoba membuat nama brand sendiri dengan mengambil nama sang istri Farah, mereka pun mengajak penjahit dari Solo untuk membuatkan labelnya.
Tak punya kendaraan bermotor, pasutri ini membeli satu sepeda untuk membawa tumpukan dagangan baju untuk pameran dari satu mall ke mall lain. Apalagi di Yogyakarta tak ada angkot 24 jam laiknya Jakarta.
Mereka setiap pagi bersepeda pukul 07.00 WIB untuk bisa membuka lapak pameran pada pukul 10.00 WIB. Karena tak tahu rute jalan di kota ini, mereka sempat memutar jalan untuk bisa sampai di tempat pameran.
Baca Juga: Libur Natal Target Okupansi Hotel Meleset, PHRI DIY: Kita Belum Baik-baik Saja
Namun dengan beratnya beban bawaan, sepeda miliknya pun tiba-tiba rusak. Ban belakang sepedanya meleyot dan tak bisa jalan.
"Akhirnya setelah diperbaiki, saya membeli satu sepeda lagi untuk istri saya. Ini kami lakukan terus sampai akhirnya bisa membuka toko sendiri pada 2017 di daerah kledokan. Berkat bersepeda setiap hari, kami berdua jadi sehat dan punya keturunan, padahal sebelumnya kami didiagnosa susah punya anak," jelasnya.
Dirikan Farah Button
Bisnis Farah Button pun semakin berkembang. Meski sempat ditipu klien dan difitnah pesaing bisnisnya, retail fashion Suta semakin banyak diminati masyarakat.
Suta yang mendesain sendiri labelnya menjadikan Farah sebagai inspirasi desain bajunya. Ternyata desain baju banyak diterima masyarakat dan selalu repeat order. Satu model baju bisa tiga kali produksi setiap bulannya.
Memberanikan diri membuka gerai di mall, Suta pun membranding nama Farah Button sebagai label berkelas atas dengan harga yang ramah di kantong. Customer pun semakin melirik produk tersebut hingga akhirnya Suta berhasil membuka tujuh gerai di semua mall di Yogyakarta serta mall lain di Bekasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner