SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman lakukan sejumlah cara untuk mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19, paska libur Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menjelaskan, Pemkab akan menyiagakan kembali isolasi terpadu, yakni Asrama Haji dan Rusunawa MBR Gemawang.
"Karena menurut pengalaman 2021, kejadian kasus setelah 14 hari Nataru terjadi kenaikan. Setelah Idulfitri juga naik," kata dia, Kamis (30/12/2021).
Ia menyebut, bila saat ini kasus COVID-19 tergolong landai, sekitar lima kasus baru per hari dan pada Desember 2021 hanya ada satu kematian.
Selain itu, berkat cakupan imunisasi yang cukup tinggi, diperkirakan kekebalan komunal telah tercapai. Dengan demikian, bila terjadi gelombang ketigapun, kasus maupun jumlah yang ditangani tidak akan seberat saat gelombang kedua.
Bukan hanya menyiagakan isoter, Pemkab Sleman juga tetap meminta rumah sakit (RS) untuk mengalokasikan 40% tempat tidur bagi pasien Covid-19.
"Sarana prasarana kesehatan seperti oksigen dan lain sebagainya juga sudah disiapkan. Sekarang kasus tidak begitu besar bisa diturunkan dulu, digunakan untuk merawat non Covid," kata dia.
"Tapi tetap siap, sekat tidak dihilangkan. Kalau terjadi lonjakan, bisa digunakan untuk Covid-19 lagi," lanjut eks Dirut RSUD Sleman ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menyatakan, pihaknya telah menyiapkan personel untuk bertugas di posko, pos dekontaminasi, pemulasaraan dan pemakaman jenazah.
Baca Juga: Perkuat Lini Tengah, PSS Sleman Rekrut Syahroni dari Persela
Mereka akan siap siaga selama 24 jam, terutama dalam menjemput pasien dan membawanya ke isoter.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun