SuaraJogja.id - Kepolisian Resor (Polres) Bantul mencatat ada kenaikan jumlah laporan yang diterima polisi pada 2021 dibanding 2020.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyampaikan laporan kasus yang diterima pada 2020 ada 1.039 dan 2021 ada 1.245 kasus atau naik 19,82 persen. Kasus yang selesai, pada 2020 ada 839 dan pada 2021 ada 896 kasus yang diselesaikan.
"Ada kenaikan sebesar 6,8 persen terkait kasus yang berhasil diselesaikan dibanding tahun 2020," paparnya, Sabtu (1/1/2021).
Lanjutnya, risiko kejadian tindak pidana per 100 ribu penduduk di Bumi Projotamansari dalam satu tahun mengalami kenaikan dari 108 menjadi 130. Atau naik 22 orang setara 20 persen.
"Waktu kejadian tindak pidana juga mengalami percepatan dari kejadian setiap 8 jam 25 menit 51 detik menjadi 7 jam 21 menit 4 detik," katanya.
Adapun kasus menonjol kejadian tindak pidana atau crime index pada 2020 dibanding 2021 mengalami kenaikan dari 471 menjadi 484. Artinya ada kenaikan 13 kasus atau naik 2,76 persen.
"Penyelesaian tindak pidana menonjol mengalami penurunan dari 376 menjadi 357 kasus atau turun 19 kasus, setara lima persen," ucapnya.
Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) menempati urutan pertama menyangkut tindak pidana menonjol. Lalu disusul kasus penyalahgunaan narkoba dan penganiayaan dengan pemberatan.
"Kasus curat pada 2020 dibanding 2021 mengalami kenaikan dari 137 kasus menjadi 172 kasus atau naik 25,54 persen. Kemudian kasus narkoba pada 2020 ke 2021 menurun dari 109 kasus menjadi 82 atau 24,77 persen," terangnya.
Baca Juga: Klitih Makin Meresahkan, Pemkab Bantul Bentuk Jejaring Anti Klitih
"Untuk kasus penganiayaan dengan pemberatan mengalami penurunan dari 84 kasus menjadi 83 kasus, turun 10 persen," imbuhnya.
Sementara kasus pencurian sepeda motor pada 2020 dibanding 2021 mengalami kenaikan 103 jadi 104 kasus. Kasus pencurian dengan kekerasan naik dari 25 menjadi 28 kasus, naik 12 persen.
Kasus pembunuhan ada tiga kasus pada 2021 kemarin. Tidak ada kasus pemerkosaan tahun lalu tapi pada 2020 ada tiga kasus perkosaan.
"Dan pada tahun ini kami mengungkap peredaran uang palsu jumlahnya ada satu kasus," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan