SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membentuk jejaring anti klitih guna menanggulangi maraknya kejahatan jalanan akhir-akhir ini.
Menurut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, pelaku klitih 80 persen adalah remaja usia sekolah dan datanya sudah ada. Mereka ada di sekolah-sekolah sehingga tidak sulit untuk menemukannya.
"Oleh karena itu, fungsi bimbingan konseling di sekolah-sekolah harus diperkuat," paparnya, Sabtu (1/1/2022).
Dia menjelaskan, melalui bimbingan konseling bisa mengidentifikasi siswa yang punya 'potensi' melakukan kenakalan yang tidak wajar di jalanan. Kemudian mereka bisa dibina secara khusus dan dilaporkan ke orang tua.
"Yang paling urgent adalah mengidentifikasi anak-anak remaja sehingga bisa dicegah sedini mungkin. Maka peran orang tua di sini sangat penting," katanya.
Untuk itu, orang tua tidak boleh membebankan tanggung jawab untuk mendidik anak kepada sekolah, para orang tua harus bertanggung jawab. Ini sudah disampaikan dan koordinasikan dengan kepala sekolah se-Kabupaten Bantul.
"Agar orang tua sering diundang ke sekolah dan diberi laporan tentang perkembangan anak-anaknya," katanya.
Butuh sinergi guna menghadapi fenomena klitih ini. Penanganan klitih tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah saja. Namun, yang punya tanggung jawab ialah orang tua.
"Orang tuanya lah yang paling bertanggung jawab untuk membina," ungkapnya.
Baca Juga: Aksi Klitih Ramai Lagi di Akhir Tahun? Begini Penjelasan Polda DIY
Di samping itu, komunitas-komunitas dan relawan yang telah terbentuk seperti karang taruna, jaga warga, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bisa dikonsolidasikan untuk menjadi jejaring anti klitih.
"Nanti akan diperkuat jejaring ini bersama polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," imbuhnya.
Kendati membentuk jejaring anti klitih, penegakan hukum juga harus terus dilanjutkan secara lebih tegas. Meskipun mereka masih di bawah umur tentu harus diamankan daripada terjadi korban yang lebih banyak.
"Saya kira harus optimistis menghadapi klitih itu. Setelah jejaring klitih ini berjalan efektif akan bisa ditanggulangi," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Kades Curhat Harus Urus Kopdes hingga Program Lain Terabaikan, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai