SuaraJogja.id - Sebuah unggahan di linimasa media sosial muncul dan menggemparkan khalayak. Diduga unggahan mengabarkan perihal adanya korban klitih, di wilayah Jalan Godean Km 9, Kabupaten Sleman.
Kapolsek Godean Kompol Muryanto menepis kabar tersebut dan menjelaskan, kejadian itu merupakan kecelakaan yang melibatkan dua unit sepeda motor, di Jln.Godean, Km 9, padukuhan Sentul, Sidoagung, Kapanewon Godean.
Peristiwa laka lantas itu terjadi pada Jumat (31/12/2021) malam, sekira pukul 23.10 WIB.
"Dua orang pengendara sepeda motor, mengalami luka-luka, harus dibawa ke Rumah Sakit," ujarnya, Sabtu (1/1/2022).
Muryanto mengungkap, laka berawal ketika pengendara sepeda motor jenama Vespa, RAP (22), warga Godean melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang.
Sampai di TKP, sandal RAP jatuh. Kemudian pengendara tersebut mengemudikan kendaraannya ke arah tengah jalan, untuk mengambil sandal.
"Saat bersamaan, sepeda motor Vario dikendarai FS (18) warga Nanggulan, Kulon Progo melaju dari barat ke timur. Jarak kedua sepeda motor terlalu dekat, sehingga menyerempet dan terjadi kecelakaan," kata dia.
Muryanto merinci, RAP si pengendara Vespa, mengalami luka sobek pada dagu, bagian jempol kaki kanan lecet, tangan kiri lecet dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Sementara, FS, mengalami luka lecet pada tangan kiri dan rawat jalan.
Baca Juga: Malam Tahun Baru Lalu Lintas Sleman Ramai Lancar, Pospam Amplaz Pastikan Tak Ada Kemacetan
Selain pengendara yang mengalami luka-luka, dua unit sepeda motor yang terlibat laka lantas juga mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Bersamaan dengan keterangannya itu, Muryanto menegaskan bahwa, informasi yang beredar di media sosial tidak benar.
"Korban luka, murni akibat kecelakaan," sebut dia.
Pada Senin (3/1/2022) pihaknya korban berencana mengurus biaya klaim atas laka lantas itu, ke Jasa Raharja.
"Kalau ini dikaitkan dengan klitih, kasihan nanti malah tidak bisa klaim," imbuhnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Klitih Teror Warga di Malam Tahun Baru, Seorang Pria Jadi Korban Dilarikan ke RS
-
Bertemu Sultan Tiga Jam Lebih, Panglima TNI Andika Perkasa Singgung Soal Klitih
-
Aksi Klitih Ramai Lagi di Akhir Tahun? Begini Penjelasan Polda DIY
-
Akhir Tahun Bermunculan Klitih di Jogja, Wali Kota Minta Orang Tua Terlibat Penanganan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha