SuaraJogja.id - Maskapai Timur Tengah, flydubai dan Air Arabia, pada Kamis membatalkan penerbangan tujuan Almaty, Kazakhstan, saat negara Asia Tengah itu menghadapi kerusuhan terparah dalam satu dekade.
Situs kedua maskapai menunjukkan penerbangan rute Dubai-Almaty yang dioperasikan oleh flydubai serta Sharjah-Almaty yang dioperasikan oleh Air Arabia dibatalkan.
Menurut situs tersebut, penerbangan pulang flydubai dari Dubai tujuan Ibu Kota Nursultan akan beroperasi pada Kamis.
Belum ada komentar dari kedua maskapai Emirat tersebut.
Bandara Almaty kabarnya diduduki oleh massa antipemerintah pada Rabu (5/1), sehingga memaksa pembatalan penerbangan. Bandara itu kemudian diambil alih oleh pasukan keamanan pemerintah.
Sementara itu, maskapai bertarif murah Kuwait, Jazeera Airways, pada Rabu menghentikan penerbangan tujuan Almaty.
Pemerintah Kazakhstan mengumumkan status darurat nasional sebagai respons atas aksi protes yang diwarnai kekerasan dalam menentang pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan