Kali pertama Bono di film animasi
Bono antusias mendapatkan peran sebagai seorang singa rocker legendaris bernama Clay Calloway yang menyendiri dan menghilang dari publik sejak kematian istrinya.
Ini adalah kali pertama Bono berperan dalam film animasi. Tim produksi awalnya tak yakin Bono mau terlibat, tapi sang musisi ternyata menyambut baik. Dia dan sutradara berdiskusi soal karakter Clay yang menarik diri karena kehilangan orang tercinta, dan memilih untuk tidak bernyanyi lagi karena alasannya bernyanyi sudah menghilang.
"Seru sekali memerankan singa, terutama yang pemarah seperti Clay. Saya beruntung pernah melihat langsung singa di Afrika dan tak mungkin melupakan geraman mereka."
High fashion dalam animasi
Kate dan Laura Mulleavy, orang di balik jenama fesyen Rodarte, diajak bekerjasama untuk merancang busana dalam animasi ini. Rasanya menantang, kata mereka, membuat kostum yang kemudian diterjemahkan ke dalam animasi.
Perancang ini memuji tim ilustrator yang berhasil menghidupkan kostum yang terlihat detail seperti nyata. Para desainer ini menghabiskan waktu untuk membuat kostum tokoh gajah pemalu Meena yang harus terlihat melayang dan indah. Walau tidak secara fisik membuat kostum, mereka sering memakai referensi nyata dalam menerjemahkan detail ke dalam animasi.
"Kadang rasanya lebih gampang membuat kostum secara langsung, dan lebih menantang membuat setiap detail secara digital untuk kostum yang punya banyak detail," kata Kate dan Laura.
Mereka juga harus fokus membuat kostum yang memberikan napas tersendiri, sesuai dengan ciri khas tiap karakter. Tokoh Johnny identik dengan jaket motor yang keren, Ash harus bergaya punk rock sampai Gunter yang biasa tampil dengan body suit.
Baca Juga: Film Horor Masih Digandrungi Penonton Indonesia, Ini Buktinya
Menggandeng koreografer Sherrie Silver
Porsi tarian ada pada cerita yang fokus pada karakter Johnny. Dia ditantang untuk luwes menari, namun berhadapan dengan guru yang tak meyakini kemampuannya. Johnny kemudian mendapatkan bantuan dari penari jalanan, Nooshy si kucing lincah.
Sherrie Silver pernah membuat koreografi untuk adegan animasi, termasuk "Guava Island", tapi "Sing 2" adalah kali pertama dia membuat koreografi untuk film animasi panjang. Dia dibantu oleh penari-penari lain dalam membuat koreografi. Hasil dari setiap koreografi akan dikirimkan ke sutradara.
Menurut sang koreografer, hal yang paling berbeda dari membuat koreografi animasi adalah gerakan yang tak terbatas.
"Menari dalam adegan live action tergantung dari kemampuan aktor atau penari yang tampil. Dalam animasi, apapun bisa dilakukan."
Dia memaksimalkan karakter Nooshy yang sangat fleksibel, begitu pula dengan bagian-bagian tubuh lain seperti ekor, dalam merancang koreografi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000