SuaraJogja.id - Pemakaian media sosial oleh sebagian generasi baby boomers hingga gen x tak jarang mencuri perhatian publik. Salah satunya terbukti dengan tren jokes bapak-bapak dan viral-nya sejumlah video TikTok kocak yang dibuat oleh generasi tersebut.
Terbaru, seorang anak membongkar histori pencarian di YouTube ibunya. Ia pun merekam momen tersebut hingga videonya viral di TikTok. Video tersebut diunggah akun @jangankepo1407 pada Sabtu (15/1/2022).
Ia memperlihatkan detik-detik dirinya membuka aplikas YouTube di ponsel ibunya. Dari belakang kamera, ia menjelaskan, biasanya ia membuka ponsel sang ibu untuk mengecek aktivitas ibunya di Facebook.
Namun, kali ini ia tengah membuka YouTube di ponsel ibunya. Perempuan di balik kamera itu mengatakan, "Ini aku iseng buka pencarian YouTube."
Lantas tertera deretan kata kunci yang telah dimasukkan ibunya di riwayat pencarian YouTube. Rupanya, video yang dicari ibunya itu kebanyakan tentang agama dan anak.
Terdapat berbagai video tentang topik tersebut yang dicari si ibu, mulai dari "biaya rukiah anak durhaka", "jenis jin yang merasuki anak tidak mau salat", "kenapa anak saya tidak mau salat", "status WhatsApp anak tidak muncul di HP", hingga "ciri-ciri anak durhaka".
Perekam video pun bertanya-tanya siapa yang dianggap durhak dan hendak dibawa ke tempat rukiah oleh ibunya.
"Ini yang mau dirukiah siapa, terus yang durhaka juga siapa? Aku enggak paham," ucapnya sambil tertawa geli.
Yang membuat dia kaget adalah, biasanya setiap ia mengecek Facebook ibunya, yang muncul adalah unggahan tentang bunga dan tanaman, jauh berbeda dengan isi YouTube-nya.
Selain tentang rukiah dan anak, ketika digeser, daftar panjang pencarian di YouTube itu menampilkan kata kunci yang makin beragam, antara lain "film paling sedih", "video lucu bikin ngakak sakit perut", hingga "penampakan ular terbesar di Kalimantan Barat".
"Ya Allah random banget Bu isinya huhu," tulis pengunggah.
Variasi pencarian YouTube ibu di video TikTok itu tak ayal banjir respons warganet. Hingga artikel ini dinaikkan, sudah ada 100 ribu pengguna TikTok yang menyukai video itu.
""Setatus wasap anak tidak muncul di hp" plis ngakak," komentar seorang netizen.
""Biaya ruqiah untuk anak druhaka" emaknya sudah lelah menghadapi," gurau yang lain.
Ada juga warganet yang menyoroti, ""Tempat ruqyah di malang.""
Berita Terkait
-
Tanggapi Video Syur 61 Detik Mirip Nagita Slavina, Roy Suryo: Saya Katakan Ini Mirip, Nanti Akan Diuji
-
5 Cara Menghilangkan Watermark Video TikTok Tanpa Aplikasi di iPhone dan Android
-
Viral, Sekelompok ASN Joget Sambil Pegang Botol Miras, Netizen: Daftar CPNS Susah, Miras Halal Bagi Mereka
-
Tanggapi Video Syur 61 Detik Mirip Dirinya, Nagita Slavina: Aku Ketawa-ketawa, Nggak Mirip
-
Kocak! Video Viral Balita di-USG Dokter Tersebar, Ditonton 4,2 Juta Kali
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat