SuaraJogja.id - Jasad seorang bocah perempuan yang diduga migran dari Venezuela ditemukan di sungai Rio Grande di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat, kata pejabat berwenang pada Selasa.
Temuan itu menambah daftar kasus migran yang tewas saat berusaha mencapai AS.
Otoritas AS telah meminta bantuan untuk mencari seorang anak perempuan yang mengenakan jaket merah, celana jin dan kaus kaki putih.
Petugas migrasi Meksiko menemukan jasad bocah itu di hamparan sungai di Ciudad Acuna yang berbatasan dengan Texas.
Badan migrasi Meksiko mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka menyesali kematian anak itu. Mereka merilis foto yang memperlihatkan dua petugas dengan rompi pelampung jingga mengangkat jasadnya dari sungai.
Banyak migran telah tewas dalam upaya melintasi Meksiko untuk mencapai perbatasan utara dengan AS, termasuk orang dewasa dan anak-anak yang tenggelam saat menyeberangi sungai yang membelah kedua negara itu.
Jumlah migran Venezuela yang melintasi Meksiko melonjak pada 2021, dan pemerintah Meksiko bulan ini memberlakukan aturan baru visa bagi pendatang dari Venezuela untuk mengurangi laju migrasi.
Berita Terkait
-
Pekerja Migran Asal Cianjur 17 Tahun Hilang Kontak, Keluarga Minta Pemerintah Bantu Cari
-
Cegah Varian Omicron, Bali Siapkan 60 Hotel untuk Pekerja Migran dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri
-
Usai Bekerja di Malaysia, 16 Pekerja Migran Indonesia yang Pulang Lewat Entikong Positif Covid-19
-
Deportasi 4.482 Pekerja Migran Asal Sampang
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana