SuaraJogja.id - Pengusiran paksa keluarga Salhiya dari rumah dan tanahnya di Sheikh Jarrah menuai kecaman dari sejumlah pihak. Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia pun juga mengutuk keras tindakan Israel tersebut.
“Rumah keluarga Salhiya diberikan kepada pemukim Israel. Tindakan ini merupakan operasi rasis dan brutal yang menargetkan keberadaan warga Palestina di Yerusalem dan kota-kota yang di sekitarnya,” demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kedubes Palestina mengatakan inti dari operasi pembersihan etnis yang dilakukan oleh pasukan pendudukan dan polisinya terhadap warga Yerusalem adalah untuk mengosongkan kota tersebut dari warga aslinya.
“Kejahatan ini mengingatkan kita pada apa yang dilakukan oleh para Zionis terhadap daerah-daerah di Palestina pada awal abad yang lalu. Kejahatan ini berlanjut dan berulang setiap harinya baik di Tepi Barat yang diduduki pada umumnya dan di Yerusalem Timur pada khususnya,” menurut pernyataan itu.
Bencana “Nakbah” berkelanjutan yang dialami keluarga Salhiya baik di masa lalu, dan hingga sekarang yang dilakukan oleh negara pendudukan Israel yang fasis dan rasis.
Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menganggap pemerintah Israel dan pimpinannya Naftali Bennett, bertanggung jawab penuh dan langsung atas kejahatan keji ini.
“Naftali Bennett bertanggung jawab atas kehidupan tiga keluarga Palestina yang menjadi sasaran penggusuran, dan atas konsekuensi/akibat yang terjadi. Bennett juga bertanggung jawab atas hasil penghinaan dan pengabaian yang mereka lakukan terhadap konsensus internasional yang telah disepakati untuk meniadakan pengusiran warga Palestina yang berada di lingkungan Sheikh Jarrah,” menurut pernyataan itu.
Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menegaskan bahwa kejahatan ini merupakan “ujian akhir” terhadap kredibilitas posisi masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) dan posisi pemerintah Amerika Serikat pada kasus Sheikh Jarrah.
Kedubes Palestina menuntut adanya intervensi segera, mendesak dan yang efektif untuk memaksa negara pendudukan Israel mundur dan tidak melakukan kejahatan yang keji itu. [ANTARA]
Baca Juga: Israel Tembak 2 Teman Sendiri hingga Tewas, Mengira Warga Palestina
Berita Terkait
-
Israel Tembak 2 Teman Sendiri hingga Tewas, Mengira Warga Palestina
-
Kedubes Palestina: Kami Tak Pernah Terima Bantuan dari LSM Indonesia
-
Duhh! Bocah Palestina Dibunuh Tentara Israel Saat Naik Mobil Bareng Ayahnya
-
Indonesia Bisa Tekan Israel Lewat Bantuan 'Orang Dalam', Siapa?
-
Profil Natalia Fadeev, Tentara Wanita Israel yang Tuai Kontroversi
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga