SuaraJogja.id - Seorang dokter laki-laki di China ditahan gara-gara melansirkan secara langsung (live streaming) jalannya bedah ginekologi terhadap pasien perempuannya.
Akun dokter yang digunakan untuk melansirkan video operasi bedah melalui platform Bilibili itu juga telah diblokir secara permanen, demikian media-media China, Kamis.
Peristiwa tersebut viral di China sejak Selasa (18/1) malam setelah seorang warganet menonton video tindakan medis pada bagian vital seorang pasien perempuan.
Dalam video tersebut terekam percakapan seorang pria ahli anestesi selama operasi ginokologi berlangsung.
"Seorang dokter perempuan memberitahu pasiennya bahwa pria tadi adalah ahli anestesinya. Namun pasien perempuan malang itu tidak menyadari bahwa bagian pribadinya disiarkan secara langsung. Dokter rekan ahli anestesi juga tidak menghentikan ulah temannya itu," kata netizen yang memviralkan video itu.
Setelah melakukan pemblokiran akun, Bilibili melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan menyanggupi kerja sama dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian Kota Rizhao, Provinsi Shandong, langsung menangkap dokter anestesi bermarga Li untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat