SuaraJogja.id - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo menyebut belum ada temuan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat dalam pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 di wilayahnya. Sejauh ini laporan KIPI sudah dapat ditangani dengan baik.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati menuturkan, pengawasan KIPI untuk masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin booster Covid-19 senantiasa dilakukan, termasuk dengan penyediaan obat-obatan seusai disuntik vaksin.
"Karena menggunakan AstraZeneca ada kemarin yang melaporkan pusing, demam tapi semua pasien yang divaksin booster AstraZeneca memang sudah kita sangoni (bekali) paracetamol yang boleh diminum apabila ada gejala demam atau sakit kepala," kata Baning kepada awak media, Kamis (20/1/2022).
Selain itu, Baning memastikan, gejala yang timbul pada masyarakat setelah vaksin tidak terlalu parah, sehingga akan dengan cepat berkurang atau hilang dalam waktu singkat.
"Rata-rata dua tiga hari sudah sembuh," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Baning terus mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri untuk menerima vaksinasi Covid-19. Baik itu dari dosis pertama, kedua maupun ketiga atau booster.
Mengingat saat ini program vaksinasi Covid-19 masih difasilitasi oleh pemerintah secara gratis. Sehingga tidak perlu repot yakni hanya perlu datang untuk mendaftarkan diri saja.
"Kepada masyarakat monggo, mumpung ini adalah difasilitasi pemerintah alias gratis sesegera mungkin. Bagi yang belum dapat dosis satu segera vaksin dosis satu. Untuk saat ini dosis satu yang tersedia vaksinnya adalah Sinovac," terangnya.
"Untuk yang jatahnya dosis kedua segera datang, yang sudah memenuhi (persyaratan) booster segera menghubungi puskesmas terdekat. Minta jadwal kapan kemudian mendaftar," sambungnya.
Baca Juga: Tiga Warga Cianjur Alami KIPI Berat Usai Disunik Vaksin COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia
Kegiatan vaksinasi booster di Kulon Progo sendiri, kata Baning dilaksanakan pada 25 fasilitas layanan kesehatan sejak Kamis (13/1/2022) lalu. Fasyankes itu mulai dari dua rumah sakit pemerintah yakni RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang (NAS).
Lalu ada dua klinik sebagai pendukung yaknu Klinik Kartika 0731 Kodim Kulon Progo dan Klinik Bhayangkara. Dengan masih ditambah pula sebanyak 21 puskesmas yang tersebar di 12 kapanewon yang ada di Bumi Binangun.
"Layanan ada RSUD Wates setiap hari memberikan vaksinasi dengan target kurang lebih 300-400 orang. Kemudian RSUD NAS mampu memberikan layanan sekitar 150an orang. Kita masih dibantu juga dengan Klinik Kartika dan Klinik Bhayangkara rata-rata sehari 100," paparnya.
Ditambahkan Baning, masyarakat juga diminta untuk selalu mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi. Tujuannya untuk memastikan bahwa vaksinasi sudah berhasil dilakukan dibuktikan dengan sertifikat yang muncul.
"Jangan lupa juga di PeduliLindungi diaktifkan, dicek, jika ada masalah silakan menghubungi Dinas Kesehatan. Kami akan membantu sepanjang vaksinnya dilakukan di Kulon Progo," tandasnya.
Berdasarkan data terbaru yang dimiliki Dinas Kesehatan Kulon Progo pada Rabu (19/1/2022) kemarin ada 1.688 orang dari masyarakat umum dan rentan yang sudah menerima dosis ketiga. Sedangkan untuk lansia ada 149 orang dan pelayanan publik masih 7 orang.
Berita Terkait
-
Tiga Warga Cianjur Alami KIPI Berat Usai Disunik Vaksin COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia
-
Bolehkah Vaksinasi Covid-19 Saat Haid?
-
Catat, Lokasi Vaksin Booster Covid-19 di Karawang Ada di Seluruh Puskesmas
-
Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 ke-94, Danone Indonesia Sasar Anak Usia 6-11 Tahun dan Vaksin Booster
-
Seluruh Puskesmas di Karawang Layani Vaksinasi Booster
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh