SuaraJogja.id - Hewan yang dapat hidup dua tempat, di darat dan air, disebut dengan hewan amfibi atau amfibia.
Hewan amfibi adalah hewan yang memiliki kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air ataupun di darat.
Amfibi berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Oleh sebab itu hewan amfibi diartikan sebagai hewan yang hidupnya didua tempat yaitu di darat dan air.
Habitat Hewan Amfibi
Hewan amfibi ada di seluruh dunia. Beberapa hewan amfibi lebih banyak hidupnya di air, dan juga ditemukan di daerah padang pasir Arktik. Hewan amfibi tersebar karena dipengaruhi oleh faktor kelembapan tempat untuk bisa bereproduksi.
Reproduksi Hewan Amfibi
Hewan amfibi biasa reproduksi pada musim tertentu, yaitu musim gugur, dan dingin. Hewan amfibi adalah hewan vertebrata yang mempunyai tahapan atau proses metamorfosis.
Akibat proses metamorfosis tersebut mengakibatkan bentuk tubuh amfibi dari lahir sampai dewasa berbeda – beda. Amfibi bereproduksi dengan melalui telur dan berudu.
Makanan Hewan Amfibi
Baca Juga: Israel Dituding Gunakan Lumba-lumba Bersenjata untuk Buru Pasukan Katak Hamas
Makanan amfibi berasal dari binatang yang lamban seperti siput, dan memakan invertebrate seperti cacing tanah, ulat dan hewan lainnya.
Lidah yang lengket fungsi utamanya adalah digunakan untuk menangkap mangsa-mangsanya.
Jika tidak memiliki stok makanan yang dapat mereka makan beberapa amfibi yang terpaksa menelan berudu dan telur induk sendiri.
Ciri ciri hewan amfibi
Berikut beberapa ciri – ciri yang harus diketahui lebih lengkap.
~ Mengalami fase metamorfosis lengkap.
Berita Terkait
-
Bioindikator yang Terabaikan: Ketika Katak Tak Lagi Bernyanyi
-
Katak Kecil yang Melompati Langit
-
Rahasia Katak: Bernapas dan Minum Lewat Kulit
-
Proses Perubahan Ulat Menjadi Kupu-Kupu dalam Buku Metamorfosis Sempurna
-
Diburu karena jadi Influencer Judi Online, Polisi Sebut Katak Bhizer Kabur ke Luar Negeri
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan