SuaraJogja.id - Kepala belanja publik Inggris pada Senin mendesak penipu yang menggelapkan miliaran dolar uang dukungan COVID dari negara itu untuk mengembalikannya.
Kepala Sekretaris Keuangan Inggris Simon Clarke mengatakan layanan pajak di Inggris yang dikenal sebagai HM Revenue & Customs akan mengejar siapa pun yang sudah mengambil uang dengan curang.
“Kami saat ini akan mengejar siapa pun yang mengambil uang ini dengan curang,” kata Clarke kepada radio LBC.
“Dan saya akan mendesak siapa pun yang mengambil uang itu dan tidak benar-benar membutuhkannya untuk menghubungi HMRC,” tambahnya.
“Siapa pun yang berpikir bahwa mereka akan melarikan diri dari kekuatan HMRC, mereka tengah membuat kesalahan besar,” katanya.
Jumlah pasti uang COVID yg diselewengkan belum jelas tetapi banyak prakiraan yang menyebutkan jumlahnya sekitar lima miliar poundsterling atau setara dengan Rp96,48 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat