Galih Priatmojo
Rabu, 02 Februari 2022 | 11:07 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan diterapkan 50% mulai Rabu (2/2/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana menuturkan, keputusan tersebut dibuat berdasarkan hasil rapat seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Kabupaten/ Kota.

"Dalam rapat tersebut, telah disepakati bahwa PTM dari kapasitas 100 persen diturunkan menjadi 50 persen. Pertimbangannya, karena kasus Covid-19 yang mulai meningkat signifikan," ungkapnya, Selasa malam. 

Ery menyatakan, teknis pelaksanaan  PTM 50% diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah, baik jenjang TK, SD, SMP.

Durasi pembelajaran di sekolah tetap enam jam pelajaran. Tetapi, tidak semua siswa masuk ke sekolah karena kapasitas dibatasi menjadi 50%, lanjut dia.

"Nanti bergantian. Mungkin tiga hari, tiga hari. Ini semua untuk mengamankan," kata Ery.

Ia belum mengetahui hingga kapan kebijakan PTM 50% ini diberlakukan. Namun pada prinsipnya, dibarengi dengan tetap melihat situasi kondisi dan perkembangan laju penularan Covid-19.

Susul Mlati, Satu Sekolah di Kapanewon Depok Setop PTM

Ery mengungkapkan, kasus penularan Covid-19 di sebuah SMP wilayah Kapanewon Depok tersebut bermula ketika satu tenaga administrasi (TU) mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Prediksi PSS Sleman vs Persik Kediri di BRI Liga 1 Sore Ini

"Saat diperiksa, ternyata diketahui positif Covid-19 pada Sabtu (29/1/2022) lalu. Petugas Puskesmas Depok langsung bergerak cepat melakukan tracing terhadap puluhan guru dan karyawan di sekolah tersebut hari Senin," ucapnya.

"Hasilnya belum tahu," imbuh Ery.

Selain itu, sekolah yang bersangkutan akan menerapkan pembelajaran daring pada Rabu dan mulai kembali PTM pada keesokan harinya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman saat ini dipengaruhi pula oleh penularan yang terjadi di sekolah dan skrining pelaku perjalanan. 

Kontributor : Uli Febriarni

Load More