SuaraJogja.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya tidak menginginkan perang antara Rusia dan Ukraina, dan berharap masalah tersebut akan diselesaikan secara damai.
“Kami tidak akan pernah menginginkan perang antara Rusia dan Ukraina. Ini bukan pertanda baik bagi wilayah tersebut. Sebagai negara NATO, kami tidak menginginkan hal seperti itu, kami tidak menerimanya… Saya harap kami dapat menyelesaikan ini secara damai,” kata Erdogan dalam sebuah acara pemuda saat berkunjung ke Kota Trabzon seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan dirinya akan menuju ke Ukraina bulan ini dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan datang ke Turki dalam waktu dekat.
Erdogan telah mengatakan dalam beberapa kesempatan bahwa Turki siap menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk membantu meredakan ketegangan antara Moskow dan Kiev.
Lebih lanjut, Erdogan menjelaskan hubungan antara Turki dan Rusia sekarang lebih baik dibandingkan periode kapan pun sepanjang sejarah, sehingga memungkinkan kedua negara untuk secara serius meningkatkan volume perdagangan.
Kerja sama Turki dengan Rusia pada produk-produk strategis kuat, terutama berkaitan dengan pasokan gas alam.
Produksi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu, proyek bersama Ankara dan Moskow, akan dimulai pada 2023.
“Mungkin kita akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir kedua dengan Rusia. Energi nuklir, serta gas alam, sangat penting dalam menghubungkan kita satu sama lain. Menurut saya, ini pilar politik luar negeri yang paling penting,” kata Erdogan.
Kesepakatan untuk sistem pertahanan rudal S-400 Rusia merupakan langkah penting bagi Turki dan Rusia, kata Erdogan.
Baca Juga: Resmi Bebas Visa, Hubungan Indonesia dan Turki Semakin Erat?
Ia kemudian mengatakan bahwa komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, tidak nyaman dengan keputusan Ankara.
Berita Terkait
-
Jet Tempur Turki Serang Kamp Pelatihan hingga Gudang Amunisi Milisi Kurdi, Jumlah Korban Belum Diketahui
-
Krisis Ukraina, Vladimir Putin Akhirnya Buka Suara
-
Festival Perang Air dan Sejumlah Acara Perayaan Imlek di Meranti Ditiadakan Lagi
-
Gubernur Ganjar Kunjungi Veteran Perang Keturunan Tionghoa, Trisno Yoewono: Kita Rela Mati untuk Bela Negara
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup