SuaraJogja.id - Warga Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul berinisial ASF (19) terancam bui dua tahun delapan bulan atas aksinya. Hal itu menyusul keterlibatan dia karena memukul seorang petugas PLN yang mencabut meteran listrik hingga viral di media sosial.
Dalam konferensi pers yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Archye Nevadha, menjelaskan, dari video yang beredar, dan interogasi yang dilakukan polisi, ASF disangkakan dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman penjara dua tahun.
"Jadi betul pelaku ini mengaku telah menganiaya petugas PLN yang mencabut meteran listik karena nunggak pembayaran. Ancaman penjara dua tahun delapan bulan," terang Archye ditemui wartawan di Polres Bantul, Minggu (6/2/2022).
Archye menjelaskan bahwa pelaku merupakan adik dari pemilik rumah yang meteran listriknya dicabut. Ia menjelaskan bahwa pemilik rumah belum menyelesaikan pembayaran di bulan Januari 2022.
"Jadi sejak awal pihak PLN ini sudah mengirim surat pemberitahuan pada 20 Januari 2022 untuk segera melunasi. Lalu karena tidak ada pembayaran dari pemilik rumah, tanggal 25 Januari PLN melayangkan surat lagi. Terakhir pada 29 Januari PLN memperingatkan jika tidak membayar pada bulan Januari, ada petugas yang akan menindaklanjuti dengan pencabutan meteran listrik," kata dia.
Puncaknya pada Rabu (2/2/2022), insiden pemukulan itu terjadi. Pelaku tidak terima meteran rumah milik kakaknya dicabut.
"Setelah itu terjadi pemukulan ke salah satu petugas PLN. Korban atas inisial ANS (26) ditemani oleh 2 orang rekannya yakni YS dan TL," kata Archye.
Korban yang mendapat pukulan dan tendangan di beberapa bagian tubuhnya melapor ke Polsek Kasihan. Pada Sabtu (5/2/2022), pelaku dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan.
"Nah dari interogasi itu, pelaku memang mengaku memukul korban ini. Bukti-bukti juga kuat akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka," ungkap dia.
Baca Juga: Sehari Tambah 49 Orang, Total 193 Kasus Aktif Covid-19 di Bantul
Archye menjelaskan adapun barang bukti berupa satu lembar surat tugas, surat permohonan izin tidak masuk kerja korban karena masih pemulihan, serta satu kaus kerah warna coklat loreng abu coklat milik pelaku.
Terpisah, Pelaku AFS mengaku emosi hingga memukul korban karena korban tidak bisa menunjukkan surat tugas pencabutan meteran listrik rumah kakaknya.
"Ya itu dia (korban) tidak bisa menunjukkan surat tugas, tapi meteran sudah dicabut lebih dulu," kata dia di hadapan wartawan.
Ia mengaku tunggakan listrik itu hanya bulan Januari dan memang belum dibayar hingga masuk ke Februari 2022. Namun dirinya tak mengetahui pasti apakah surat peringatan itu sudah dikirim pihak PLN ke kakaknya.
"Kalau menunggak iya, tapi kalau surat peringatan itu tidak tahu," ujar ASF dengan kepala tertunduk.
Berita Terkait
-
Viral Warga Sonosewu Pukul Petugas PLN Gegara Meteran Listrik Dicabut, Pelaku Diamankan Polres Bantul
-
Nyamar Jadi Petugas PLN, Yazid Kepergok Warga Saat Memotong Kabel Grounding PLN
-
Petugas PLN di Karimun Tewas di Tiang Listrik, Ibu-ibu Sampai Menjerit-jerit
-
Viral, Video Detik-detik Petugas PLN Tersetrum Listrik dan Jatuh
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan