SuaraJogja.id - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengungkapkan ada sebanyak lima siswa di Bumi Binangun yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu didapatkan dari evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) dengan melakukan pemeriksaan swab PCR kepada pelajar.
Lima siswa terkonfirmasi positif Covid-19 itu didapatkan dari 184 sampel yang telah diperiksa. Sedangkan sasaran total sendiri mencapai 2.337 yang tersebar di 61 sekolah.
"Perkembangan pelaksanaan surveilans PTM yang kita laksanakan sejak Senin kemarin dari target 2.337 atau dari 61 sekolah ini baru dilaksanakan sebanyak 184 sampel yang sudah keluar hasilnya. Dari jumlah tersebut 5 di antaranya adalah positif atau positivity rate 2,72 persen," kata Baning kepada awak media, Senin (7/2/2022).
Ditambahkan Baning, temuan lima kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut di kalangan pelajar tersebut semua berasal dari jenjang SMA.
"Semua kasus positif ini memang berasal dari tingkat SMA," sambungnya.
Sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Baning menjelaskan, l tindaklanjut sekolah yang ditemukan siswa positif tersebut akan disesuaikan dengan positivity rate yang ada.
Apabila positivy rate dari satu sekolah itu kurang dari lima maka sekolah akan diberlakukan pembelajaran dari rumah selama lima hari. Sedangkan jika positivity rate itu lebih dari lima persen maka penghentian PTM akan dihentikan selama 11 hari.
"Jadi untuk gelombang yang kedua (surveilans PTM) ini adalah tidak ada penutupan kelas tapi sekolah, hanya lamanya pembelajaran jarak jauh itu yang berbeda," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo mengatakan bahwa saat ini PTM di SD dan SMP di Bumi Binangun hanya diperbolehkan diisi oleh maksimal 20 orang saja di kelas. Hal tersebut diterapkan mengingat kasus Covid-19 yang mulai merangkak naik.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kulon Progo Kembali Meningkat, Klaster Keluarga Bermunculan
"Jadi memang sekolah wajib memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah penegasan kembali untuk PTM maksimal setiap kelas hanya 20 anak. Jika lebih dari 20 anak, sekolah harus melaksanakan PTM secara sif," kata Arif.
Arif menuturkan saat ini sekolah-sekolah juga dipersilakan untuk mengatur durasi jam pelajaran. Dengan tentunya mempertimbangkan ketersediaan guru dan kapasitas sekolah masing-masing.
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir agar guru tidak terlalu lelah akibat mengajar secara dua sif. Selain itu jam pelajaran juga diperbolehkan untuk dipersingkat.
"Nanti bagi sekolah yang mengalami kesulitan dalam melakukan sif harian karena pertimbangan keterbatasan guru dan hal lain, bisa memberlakukan sif berganti hari, 50 persen masuk dan 50 persen belajar dari rumah," tandasnya.
Berita Terkait
-
14 Pasien Positif Terpapar Virus Omicron, Tim Covid-19 RSUP M Djamil Padang Kembali Disiagakan
-
Covid-19 Melonjak, Berikut Prosedur Isolasi Mandiri yang Benar, Sudah Tahu?
-
Pria Viral Mengaku Positif Covid Tapi Keluyuran di Kota Malang Identitasnya Terlacak, Polisi Panggil Buat Klarifikasi
-
Berapa Lama Gejala Omicron Bertahan? Ahli Ungkap Rentang Waktunya
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG