SuaraJogja.id - SuaraJogja.id - Pulau Jawa merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Pulau ini terdiri dari beberapa provinsi, mulai Banten di ujung barat dan Jawa Timur di ujung timurnya.
Pulau Jawa dikelilingi pegunungan dan pantai-pantai dengan keindahan yang luar biasa, di mulai dari terumbu karang hingga keindahan lautnya.
Ternyata selain pantai dan pegunungan ada beberapa nama-nama dataran rendah di pulau jawa. Apa itu dataran rendah, ciri-ciri serta manfaat dataran rendah? Berikut penjelasannya.
1. Apa itu dataran rendah?
Baca Juga: Jika Tinggal di Pulau Jawa, Anda Wajib Tahu Mana Saja Batas Laut Jawa
Dataran rendah merupakan hamparan tanah yang luas dengan tingkat ketinggiannya diukur dari bawah laut relatif rendah yaitu tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan laut.
Suhunya rendah yaitu sekitar 23 – 28 derajat celcius, oleh sebab itu daerah dataran rendah sering sekali dijadikan tempat tinggal.
Segala aktifitas bisa dilakukan di dataran rendah termasuk bertani, dikarenakan segala kebutuhan air cukup dan tanahnya relatif subur.
2. Ciri-ciri dataran rendah
- Memiliki ketinggian kurang dari 200 meter dari permukaan laut
- Banyak ditemukan tanah di sekitar pantai dan pedalaman
- Tanah subur dan banyak pemukiman warga
- Tekanan udara lebih tinggi dibandingkan pegunungan
3. Manfaat dataran rendah
Baca Juga: Luas Pulau Jawa, Lengkap dengan Penjelasan Kondisi Geografis
Di daerah dataran rendah biasanya banyak terdapat aliran sungai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.
Seperti digunakan untuk irigasi dalam pertanian dan dapat dimanfaat sebagai pembagkit listrik tenaga air dan sebagainya.
Dataran rendah banyak digunakan untuk bercocok tanam seperti tebu, sawit, cokelat, padi, jagung dan sebagainya.
Nama-nama dataran rendah di pulau Jawa
Setelah mengetahui apa itu dataran rendah serta manfaatnya, berikut adalah nama-nama dataran rendah di Pulau Jawa, di antaranya:
1. Dataran Rendah Surakarta
Surakarta merupakan wilayah yang ada di Pulau Jawa, tepatnya Jawa Tengah. Surakarta memiliki wilayah dengan ketinggian 95-105 dari permukaan laut.
Cuaca di sekitar Surakarta bersuhu sedang, tidak terlalu panas seperti di pesisir atau dingin seperti di pegunungan.
Banyak lahan kosong yang dijadikan pertanian dan perkebunan, tanahnya cenderung subur dan banyak pemukiman warga.
2. Dataran Rendah Madiun
Madiun termasuk dalam wilayah Jawa, tepatnya Jawa Timur. Wilayah ini berada di ketinggian sekitar 63-67 meter dari permukaan laut.
Pasokan air di wilayah ini cukup sehingga mendukung aktifitas warga Madiun, seperti bertani dan berkebun.
3. Dataran Rendah Semarang
Semarang merupakan wilayah yang termasuk dalam pulau Jawa, tepatnya Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki ketinggian tidak sampai 200 meter di atas permukaan laut.
Yang membedakan dataran rendah Semarang dengan yang lainnya adalah tanahnya yang subur berasal dari endapan lumpur sungai dan pasir laut yang sudah terbentuk berabad-abad lamanya.
Daerah yang diberi julukan kota bawah ini berada sekitar empat kilometer dari bibir pantai. Dan beberapa pantai yang terkenal di daerah ini adalah Pantai Marina dan Pantai Tirang.
4. Dataran Rendah Cirebon
Cirebon termasuk kedalam wilayah pulau Jawa, tepatnya Jawa Barat. Letaknya ada di bagian utara pulau Jawa. Wilayah ini memiliki ketinggian sekitar 0-125 meter diatas permukaan air.
Sebagian kota Cirebon adalah dataran yang membentang dari garis pantai Cirebon sampai daerah Gempol.
5. Pantai Pondok Bali
Pantai Pondok Bali termasuk di wilayah pulau Jawa, tepatnya berada di Subang, Jawa Barat. Karena wilayah ini dekat dengan pantai sudah di pastikan memiliki dataran yang rendah.
Pulau Jawa selain kaya akan laut dan berbagai hasil alam serta jalur perdagangan internasional, dataran rendahnya pun ternyata memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.
Semoga ulasan mengenai nama-nama dataran rendah di Pulau Jawa ini menambah wawasan Anda dan bermanfaat bagi kita semua.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
8 Jalur Tengkorak di Jawa yang Sering Makan Korban, Pemudik Wajib Tahu
-
Kanker Anak di Luar Jawa Terabaikan, Akses Perawatan Masih Terbatas
-
Pilkada Jawa Jadi Pijakan Prabowo Menuju 2029, Mampukah Taklukkan Jakarta di Putaran Kedua?
-
Patahan Baribis - Kendeng Ancam Jakarta, BRIN Gelar Ekspedisi Sesar Aktif Jawa
-
Prabowo-Gibran Kuasai Jawa, Kandang Banteng Kini tak Lagi Angker
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir