Kerajaan Pajang atau Kesultanan Pajang merupakan kerajaan yang berada di Jawa Tengah. Kerajaan ini didirikan salah satu pewaris Kerajaan Demak setelah runtuhnya Kerajaan Demak karena terjadinya perang saudara pada masa itu.
Kerajaan Demak awalnya memiliki wilayah yang cukup luas. Namun setelah berganti menjadi Kerajaan Pajang, wilayahnya semakin mengecil hanya sebagian dari Jawa Tengah dan wilayah Demak itu sendiri.
Hal ini karena setelah Kerajaan Demak runtuh, banyak daerah di Jawa Timur yang awalnya bagian kekuasaan Kerajaan Demak kemudian memisahkan diri.
Kerajaan Pajang runtuh juga diakibatkan oleh peperangan antar kerabat kerajaan yang menyebabkan pemerintahan berantakan dan saling berebut kekuasaan. Kerajaan Pajang runtuh tahun 1586, atau di usianya yang baru 18 tahun.
5. Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam adalah salah satu kerajaan yang tersohor di Nusantara. Kerajaan yang berdiri tahun 1588 itu memiliki wilayah yang luas meliputi Jawa, Madura hingga Sukadana atau Kalimantan Barat. Kerajaan yang dipimpin Dinasti Mataram ini menemui puncak kejayaannya abad 16, saat Hanyakrakusuma berkuasa.
Saking kuatnya, saat penjajahan Belanda, Kesultanan Mataram secara de facto merupakan kerajaan sendiri atau Negara sendiri yang berdaulat dan tidak berada di bawah jajahan Belanda.
Kerajaan Mataram dan Belanda (VOC) saling mengirim utusannya masing-masing layaknya duta besar untuk menjalin kerjasama dan mempererat hubungan antara kerajaan Mataram dengan pihak Belanda (VOC).
Salah satu Raja yang cukup terkenal dari kerajaan Mataram ini adalah Sultan Agung, Raja Sultan Agung membuat Kerajaan Mataram menjadi makmur, damai dan sejahtera.
Baca Juga: Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Bulan Ramadhan 2022 dan Daftar Orang yang Wajib Bayar Fidyah
Bahkan Sultan Agung juga dinobatkan sebagai salah satu pahlaan nasional Indonesia. Peninggalan kerajaan yang runtuh tahun 1680 itu masih ada hingga saat ini dan menjadi daya tarik wisatawan.
Itulah lima kerajaan Islam di Pulau Jawa. Dari sejarah, kita dapat mengambil banyak hikmah. Kesuksesan mereka menyebarkan Islam di Pulau Jawa patut menjadi teladan.
Di sisi lain, keruntuhan satu per satu kerajaan tersebut karena perebutan kekuasaan juga dapat menjadi pelajaran kita untuk memperkuat persatuan bangsa.
Kontributor : Alan Aliarcham
Berita Terkait
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Ketika Mitologi Islam Bertemu Thriller Modern: Ulasan Mendalam Novel Tembok Yakjuj Makjuj
-
Hormati Ajaran Islam! FIFA Ubah Trofi Man of The Match Piala Dunia 2026
-
Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur
-
Review Sejarah Islam Klasik: Membedah Peradaban Lewat Sudut Pandang Barat
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang
-
Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya
-
Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil
-
BRI Terus Membangun Budaya Integritas melalui Berbagai Program Internal
-
Asics Novablast 6 Diskon di Blibli, Sepatu Lari Empuk Mulai Rp2,299 Juta