Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 28 Februari 2022 | 14:41 WIB
ilustrasi pedagang daging sapi (19/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Meski sedang tinggi, ia menyebut daging sapi kualitas baik dengan harga Rp 130 ribu saat ini tetap paling banyak dicari. Warga tetap memiliki selera tinggi akan daging sapi yang hendak mereka gunakan baik untuk hajatan ataupun untuk rumah makan.

"Meski sedang mahal, orang tetap butuh daging sapi untuk hajatan," jelasnya.

Sementara itu salah satu pedagang bakso, Aryati mengaku cukup keberatan dengan kenaikan harga daging sapi. Hal ini karena hampir seluruh komoditas pangan juga ikut naik. Ia sendiri tidak berani menaikkan harga jual baksonya karena khawatir kehilangan pelanggan.

"Kami ambil untung sudah sangat mepet kalau naik terus masyarakat kecil yang dibikin repot,"kata dia.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Gunungkidul Bertambah 172 Orang, Penyebaran Kasus Tertinggi Ada di 5 Kecamatan Ini

Kepala Seksi Distribusi Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto mengakui memang ada kenaikan harga daging sapi akibat peningkatan permintaan. Sebelumnya harga daging sapi ada pada kisaran Rp. 115 ribu per kilogram. Namun, harganya naik cukup drastis di harga Rp. 135 ribu per kilogram. 

"Meningkatnya harga daging sapi ini dipengaruhi adanya permintaan konsumen yang sangat tinggi di pasaran," kata Sigit, Senin (28/02/2022).

Kontributor : Julianto

Load More