SuaraJogja.id - Suara ledakan di Jalan Kusumanegara, kelurahan Semaki, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja mengejutkan sejumlah warga sekitar. Tepat pukul 06.00 WIB, anggota TNI berseragam lengkap dengan senapan laras panjang berbaris di belakang armada panser untuk melakukan serangan dari sumber suara ledakan.
Beberapa warga yang berada di sekitar Jalan Kusumanegara mulai masuk ke dalam gang-gang kecil di sepanjang jalan untuk menghindari adanya ledakan lain. Tak jarang sejumlah warga mengaktifkan kamera handphone mereka untuk merekam detik-detik serangan para pasukan tentara itu.
Tidak hanya di Jalan Kusumanegara, beberapa TNI juga melakukan sergapan kepada musuh di sekitar kantor DPRD Kota Yogyakarta. Hal itu untuk melakukan penyelamatan kepada tawanan.
Suara desingan peluru juga mengagetkan beberapa warga sipil di lokasi itu. Warga lain juga menutup telinga dengan adanya adu tembak yang berjalan singkat tersebut.
Namun kegiatan itu hanyalah simulasi dan latihan perang kota yang dilakukan Korem 072/Pamungkas, Kota Yogyakarta. Ribuan personel TNI ini sejak pukul 04.00 WIB sudah menempati lokasi berlatih di sekitar rumah warga.
Seorang wanita 37 tahun pun cukup kaget ketika kegiatan itu berlangsung. Ibu dua anak ini sempat menyaksikan pertempuran beberapa anggota TNI di simpang empat SGM, Jalan Kusumanegara.
"Tadi saya terkejut juga saat ledakan di sana, ternyata ada latihan peperangan," kata Amalia Syahidah ditemui wartawan di halaman Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (5/3/2022).
Amalia mengaku sudah mengetahui jika latihan tempur oleh personel Korem 072/Pamungkas Yogyakarta ini akan berlangsung. Namun dirinya tak menyangka bakal ada ledakan dan adu tembak di sekitar Jalan Kusumanegara.
Bersama dua anak dan suaminya, Amalia jauh-jauh datang dari Klaten, Jawa Tengah. Pasalnya momen latihan perang seperti ini jarang digelar oleh TNI di tengah kota.
Baca Juga: Ribuan Pasukan TNI-Polri Dikerahkan Kawal Demo PA 212 di Kantor Kemenag
"Ini kan momen langka ya, biasanya mereka berlatih di dalam markas atau lapangan tertentu. Nah ini dilakukan di tengah rumah warga, jadi bisa ikut merasakan adrenalinnya," ungkap Amalia yang sejak subuh tiba di Jogja.
Amalia beserta dua anaknya cukup senang karena tak hanya melihat langsung momen pertempuran di jalanan kota. Ketika ribuan personel bergerak beriringan ke JEC untuk menutup kegiatan tempur itu, dirinya diizinkan menaiki tank dan panser milik TNI.
"Awalnya takut karena terbatas dan tidak boleh masuk ke JEC. Ternyata malah dibolehkan dan jadi momen untuk merasakan langsung masuk ke dalam kendaraan tank ini. Apalagi baik untuk pengalaman anak-anak," terang dia.
Menurutnya, latihan seperti ini juga bisa meyakinkan anak-anaknya untuk memiliki keberanian. Selain itu menstimulasi anak muda agar tidak takut terhadap keinginan menjadi tentara.
"Karena momen yang tidak sering kita dapatkan seperti ini, saya rasa ini juga bisa mengajari anak saya untuk lebih berani. Melihat latihan tempur tentara itu seperti apa," katanya.
Kegiatan latihan tempur itu ditutup dengan upacara di JEC, Yogyakarta. Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Afianto mengatakan latihan perang kota itu untuk mengukur kemampuan dan kesiapsiagaan pasukan.
"Jadi latihan ini agar mempunyai kesiapsiagaan saat dibutuhkan atau ketugasan itu sudah siap. Seperti latihan ini, kita berlatih untuk menghadapi ancaman di perkotaan," ujar Afianto setelah menutup kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa latihan perang kota sudah dilaksanakan di Semarang, Solo. Kota Jogja adalah yang ketiga.
"Latihan ini kita evaluasi, sehingga secara bertahap akan kita poles agar lebih siap diterjunkan ke mana saja," kata Afianto
Dalam latihan perang yang dimulai pukul 04.00-08.00 WIB itu diterjunkan sebanyak 1.200 personel. Terdiri dari kaveleri, artileri medan (armed), artileri pertahanan udara (arhanud).
Sejumlah alutsista, seperti tank, panser, dan sejumlah rudal serta senjata taktis lainnya dipamerkan di sekitar JEC. Hal itu juga menjadi momen masyarakat untuk berswafoto dengan alutsista milik TNI itu.
Berita Terkait
-
Prajurit TNI Tertembak saat Pos Koramil Diserbu Pasukan OPM, Begini Kondisi Pratu Heriyanto di RSUD Timika
-
Dua Pemuda di Kukar Bobol Rumah Anggota Korps Wanita TNI-AD, Akui Hanya Suruh Buka Selimut dan Ambil Uang
-
Periksa Eks Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat, Puspomad TNI Usut Dugaan Keterlibatan Prajurit dari Data Komnas HAM
-
Panglima TNI Perintahkan Pasukan Elite Bersiap Hadapi Perang Kota
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
JPW Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB di Jogja, Minta Percepat Proses Hukum
-
Jadwal Imsakiyah Jogja 23 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Geger! Mahasiswi Dibegal Payudara di Bantul, Pelaku Dikejar Warga hingga Tertangkap
-
Jadwal Azan Magrib di Jogja pada 21 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Buka Puasa
-
Ngabuburit di Jogja: 5 Destinasi Seru dan Ramah Kantong untuk Menanti Buka Puasa!