SuaraJogja.id - Peristiwa langka terjadi di wilayah Kampung Kanggotan Lor Kalurahan Pleret Kapanewon Pleret Bantul. Pencuri pakaian dalam diperlakukan tak biasa oleh warga setempat.
Diketahui pencurian pakaian dalam terjadi di kampung Kanggotan Lor, Kalurahan Pleret, Selasa (22/3/2022) dinihari.
Dikutip dari akun @Upil_jaran2 pencuri pakaian dalam tersebut berhasil ditangkap warga. Namun tak seperti kebanyakan pencuri yang kemudian dihakimi massa, warga setempat justru memperlakukan si pencuri dengan baik bahkan mereka memberinya minum dan makanan ketika diinterograsi.
"Dan maling ini dimulyakan sekali. Lha kecekel, dilungguhke, disuguh wedang dijak ngobrol santai. QQSa," tulis akun tersebut.
Slamet, warga Padukuhan Kanggotan mengakui jika di padukuhan tersebut telah ada kesepakatan ketika ada pencuri yang berhasil ditangkap atau diamankan maka tidak boleh ada aksi anarkis. Warga akan langsung menyerahkan pelaku kejahatan yang tertangkap tersebut ke polisi untuk diproses hukum.
"Itu kesepakatan kami agar tidak ada aksi main hakim sendiri,"papar dia.
Sementara ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pleret AKP Tukirin membenarkan adanya aksi pencurian tersebut. Pelaku adalah AIS (42) warga Dusun Gedongkuning GG Menur II No. 8, RT 048 RW 005 Kalurahan Rejowinangun Kotagede, Yogyakarta namun tinggal di rumah kontrakan Dusun kanggotan Pleret, Pleret Bantul.
"Dia diamankan Selasa dinihari tadi pukul 03.00 WIB,"papar dia.
Penangkapan tersebut bermula ketika salah seorang pemuda setempat melihat ada seorang lelaki yang mencurigakan. Selain berjalan mengendap-endap, lelaki tersebut juga masuk ke pekarangan warga tanpa izin terlebih dahulu.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Segera Jadi Endemi, Sekda Bantul Haruskan Prokes Jalan Terus
Karena curiga, pemuda ini lantas memberitahukan kepada warga yang lain. Mereka lantas berkoordinasi dan langsung melakukan penangkapan. Mereka menangkap lelaki tersebut dan membawanya ke Polsek Pleret.
"kemudian di polsek pleret dilakukan penggeledahan badan ditemukan barang bukti yang dicuri,"ungkap dia.
Barang bukti yang dicuri diantaranya 10 kerudung / jilbab dan 1 pakaian dalam wanita (bra). Menurut pengakuan terlapor bahwa terlapor mengambil barang tersebut untuk dicium.
Tukirin menambahkan, berdasarkan pengakuan istri pelaku, pelaku ternyata mengalami kelainan sejak kecil. Pelaku pernah berobat ke RS Sardjito dan psikolog rumah sakit jiwa Cilacap.
Pelaku saat dimintai keterangan mengakui kesalahannya dab berjanji tidak akan mengulangi lagi.
"Pelaku juga sanggup mengembalikan barang curiannya kepada korban," terang dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan