SuaraJogja.id - Dua negara tetangga Indonesia--Malaysia dan Singapura--sepakat untuk menghapus syarat wajib karantina dan tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan darat dari kedua negara. Namun, pelaku perjalanan harus sudah mendapat dosis lengkap vaksin Covid-19.
Saat ini, pelaku perjalanan darat dari satu negara ke negara lainnya harus menjalani karantina dan tes COVID-19.
Kesepakatan itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Kuala Lumpur, Kamis, usai berbicara dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong lewat panggilan telepon.
Kedua perdana menteri mengakui kedua negara telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, khususnya dalam pelaksanaan program vaksinasi dan penanganan pandemi COVID-19 di negara masing-masing.
Kedua negara juga mencatat kemajuan dalam program perjalanan lintas batas Vaccinated Travel Lane (VTL) udara dan darat.
Ismail mengatakan, mulai 1 April Malaysia juga akan membuka perbatasan bagi pengunjung internasional.
"Pengumuman hari ini mencerminkan hubungan baik, kerja sama berbagai aspek, dan hubungan kukuh antara rakyat kedua negara. Ini pastinya akan menyumbang kepada usaha-usaha pemulihan dengan dampak positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat kedua negara," katanya.
Sementara itu, PM Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kesepakatan tersebut merupakan peristiwa penting bagi Singapura dan Malaysia untuk bersiap hidup bersama COVID-19.
Kesepakatan itu juga akan membantu kedua negara untuk bangkit dari krisis, kata Lee. [ANTARA]
Baca Juga: MANTAP Singapura dan Malaysia Buka Perbatasan Tanpa Karantina COVID-19
Berita Terkait
-
MANTAP Singapura dan Malaysia Buka Perbatasan Tanpa Karantina COVID-19
-
KM Kuda Laut Tenggelam di Perbatasan Indonesia Australia, 9 Jenazah Nelayan Masih Belum Ditemukan
-
KM Kuda Laut Tenggelam Saat Nelayan Sedang Mengubah Haluan untuk Kembali ke Indonesia
-
Timnas Malaysia Bungkam Filipina 2-0, Dion Cools Singgung Timnas Indonesia
-
Pemerintah Malaysia Buka Pintu Perbatasan Tebedu Mulai 1 April
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat