SuaraJogja.id - Hujan es kembali melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Senin (28/3/2022) siang.
Berdasarkan dari informasi yang diterima butiran es sebesar batu akik itu tepatnya terjadi di wilayah Sendangadi, Mlati, Sleman.
Salah seorang warga Sendangadi, Mlati, Sleman, Heru, mengatakan hujan deras disertai angin terjadi sekitar pukul 14.20 WIB siang.
Saat itu sempat terdengar suara seperti benda kecil yang jatuh di atas atap rumahnya. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa hujan deras disertai angin itu ternyata juga hujan es. Pasalnya ketika hujan mengguyur ia tengah berada di dalam rumah.
"Tadi sedang sih sedang dalam rumah. Tapi memang suaranya agak keras. Soalnya rumah tetangga atapnya dari seng. Jadi suaranya kan keras," kata Heru, saat dikonfirmasi awak media, Senin (28/3/2022).
Namun karena memang penasaran, Heru mencoba mengecek keluar melihat kondisi sekitar rumahnya. Benar saja ketika dicek keluar rumah ternyata ada es yang ikut turun tidak hanya air.
"Setelah dicek benar ternyata hujan es, terus hujan air disertai angin. Esnya seukuran batu akik," terangnya.
Disampaikan Heru fenomena itu berlangsung cukup lama yakni sekitar 15-20 menit.
"Hujan es sekitar 12.20 WIB sampai 14.40 WIB," imbuhnya.
Baca Juga: Hitung-hitungan PSS Sleman Selamat dari Jerat Degradasi
Terkait hujan sendiri, kata Heru, saat ini sudah berangsur mereda. Namun memang kondisi angin masih cukup kencang di sekitar kediamannya.
"Sekarang udah tinggal rintik-rintik tapi anginya masih cukup gedhe. Ini juga mati lampu sejak hujan es tadi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi