SuaraJogja.id - Pemerintah telah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di harga Rp12.500 per liter. Meski tidak menyentuh hingga Rp16.000 per liter yang diprediksi sebelumnya, hal itu tetap berdampak ke masyarakat.
Seorang pelaku usaha burjo di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Tatang Mulyana (32) merasa keberatan dengan kenaikan harga itu.
"Kalau sudah seperti ini mau protes kemana lagi. Dulu waktu pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menaikkan harga BBM Rp500 perak saja langsung demo. Sekarang malah tenang-tenang saja," ujar Tatang ditemui suarajogja.id di warung makan miliknya, Jumat (1/4/2022).
Ia menyayangkan, kenaikan harga Pertamax cukup tinggi mencapai Rp3.500. Jumlah itu terlalu banyak dan akan berimbas dengan kebutuhan dia.
"Kalau Rp9.000 per liter itu sudah sangat cukup untuk aktivitas saya tiap pagi ketika berbelanja kebutuhan jualan. Biasanya saya isi Rp20 ribu bisa untuk seminggu, tapi belum tahu untuk ke depannya seperti apa," kata dia.
Pria yang biasa menggunakan kendaraan berbahan bakar Pertamax ini hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Jika hanya menunggu ada penurunan harga, Tatang tidak yakin terjadi.
Selain Tatang, mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Jogja, Valendra (19) harus lebih berhemat dengan pengeluaran hariannya.
"Memamg biasanya pakai Pertamax, karena motor juga harus pakai bahan bakar ini. Karena harganya naik, harus lebih hemat lagi," kata dia dihubungi via telepon.
Valendra memilih memasak sendiri untuk kebutuhan perutnya. Selain itu mengingat aktivitas kuliah yang dominan online, dirinya juga tak ada keinginan untuk bepergian jauh dengan motornya.
Baca Juga: Harga Pertamax Resmi Naik, Modal Kulakan Penjual Eceran Membengkak
"Mungkin saat pulang ke rumah saja menghabiskan banyak bahan bakar. Kalau saat ini lebih baik beraktivitas di kos," ujar laki-laki asal Tegal, Jawa Tengah itu.
Imbas naiknya harga Pertamax ini, berpotensi mengalihkan kebutuhan warga untuk menggunakan Pertalite.
Menanggapi adanya potensi tersebut, Area Manager Communication, Relations, and CSR Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho memastikan ketersediaan stok bahan bakar tersebut tercukupi.
"Ketahanan stok Pertalite dan Pertamax Series di Jateng serta DIY masih bagus, yaitu rata-rata 11,5 hari, itu belum termasuk ketahanan stok di kilang dan kapal. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Meskipun masih cukup aman, untuk pengawasan ketersediaan Pertalite tetap dilakukan oleh jajarannya.
Pertamina akan terus menyediakan kebutuhan konsumen dengan kondisi kenaikan harga Pertamax saat ini.
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Resmi Naik, Modal Kulakan Penjual Eceran Membengkak
-
Tak Mampu Beli Pertamax, Masyarakat di Kota Semarang Beralih ke BBM Beroktan Rendah
-
Harga Pertamax Naik, Berpengaruh ke Penjualan Mobil?
-
Perbandingan Harga BBM di Pertamina, Shell, VIVO dan BP, Mana yang Paling Murah?
-
Imbas Harga Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Pertalite jadi BBM Subsidi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026