SuaraJogja.id - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyinggung masalah Laut China Selatan saat keduanya bercakap melalui telepon pada Jumat.
"Kedua belah pihak harus bisa menangani masalah Laut China Selatan dengan benar," kata Xi.
Masalah Laut China Selatan, lanjut dia, akan menjadi landasan persahabatan kedua negara yang mampu memberikan manfaat bagi rakyat di kedua negara dan efektif dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Xi menekankan bahwa China ingin bekerja sama dengan Filipina dalam melaksanakan program pembangunan berkelanjutan.
"China siap mendukung proyek-proyek besar dan ingin meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertukaran antarmasyarakat dengan Filipina," ujarnya sebagaimana diberitakan media setempat.
Dalam percakapan telepon tersebut, Xi juga berjanji akan lebih banyak mengimpor produk-produk berkualitas dari Filipina dan akan terus menyediakan vaksin COVID-19.
Filipina bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Brunei, dan Vietnam, terlibat sengketa wilayah perairan Laut China Selatan dengan China.
Di antara beberapa negara yang terlibat sengketa tersebut, Filipina lah yang mengadukan China ke Mahkamah Internasional terkait Laut China Selatan.
Belum lama ini Filipina juga memprotes manuver kapal milik Badan Keamanan Laut China (CCG) di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa: Kekuatan Tiga Matra Dikerahkan Jaga Laut Cina Selatan
Filipina juga merupakan salah satu negara di ASEAN yang mendukung pakta pertahanan baru antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS).
Berita Terkait
-
Tak Singgung Tindakan Taliban, Xi Jinping Janjikan Bantuan untuk Afganistan
-
Xi Jinping Gencar Kampanye 'Kekayaan Merata', Crazy Rich China Ramai-ramai Simpan Harta di Singapura
-
Presiden China Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Krisis Ukraina Hingga Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
-
Ditelepon Xi Jinping, Vladimir Putin Bersedia Melakukan Pembicaraan dengan Ukraina
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
BRI Umumkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar Sesuai Ketentuan OJK
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami