SuaraJogja.id - Selama libur Lebaran 2022, Pemkab Gunungkidul menargetkan kunjungan wisatawan di objek wisata yang dikelola pemerintah daerah sebanyak 154.403 orang.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian di Gunungkidul, Rabu, mengatakan, libur Lebaran 2022 tergolong singkat, sehingga pihaknya tidak berani memasang target kunjungan wisatawan tinggi.
"Libur Lebaran ini kami hanya menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 154.403 orang berasal dari luar daerah dan pemudik," kata Muhammad Arif Aldian.
Ia mengatakan selama Ramadhan ini, kunjungan wisatawan sangat minim. Pengunjung wilayah pantai hanya nelayan dan warga setempat yang mencari nafkah di pesisir selatan, sehingga, pihaknya tidak berani memasang target tinggi.
Kunjungan wisatawan di Gunungkidul diperkirakan mulai ramai pada hari kedua Lebaran hingga 8 Mei. "Perkiraan awal libur Lebaran sampai dengan hari pertama jumlah kunjungan masih belum ada peningkatan, karena masih berkumpul dengan keluarga di rumah," katanya.
Mengenai retribusi, kata Arif, pembayaran tiket akan dilayani secara manual ataupun menggunakan e-Tiketing. Menurutnya e-Tiketing efektif karena dapat mengantisipasi kemacetan di pintu utama TPR.
"Namun ada kendala jaringan internet, sebab tidak semua jaringan provider dapat diakses di wilayah pesisir," katanya.
Selain itu, kata Arif, Dispar sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kepolisian dan TNI, serta tim SAR. Potensi kemacetan di jalur wisata sangat sehingga rekayasa lalu lintas harus diterapkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan lintas instansi untuk menyambut wisatawan saat libur Lebaran nanti supaya tidak ada kemacetan hingga pengaturan protokol kesehatan," katanya.
Baca Juga: Polda Metro Siagakan Personel 24 Jam Guna Cegah Aksi Penipuan, Copet, Jambret yang Incar Pemudik
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan sebanyak 40 ribu pemudik akan masuk di Gunungkidul pada Lebaran. Upaya mengurai kemacetan dilakukan dengan pemetaan dan rencana rekayasa lalu lintas. Jika masuk dari barat bisa melewati Gading-Playen-Paliyan-JJLS kemudian keluar dari Tepus-Mulo. Sedangkan jika datang dari timur, Wonosari-Tanjungsari-Pantai, keluar melewati Tepus-Mulo atau JJLS.
“Mudik tahun ini dipastikan ramai, maka dari itu untuk kawasan selatan masuk melalui pintu utama atau JJLS dan keluarnya melewati JJLS atau Tepus,” katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Polda Metro Siagakan Personel 24 Jam Guna Cegah Aksi Penipuan, Copet, Jambret yang Incar Pemudik
-
Cuti Bersama PNS Sampai Kapan? Ini Jadwal Libur Lebaran 2022 ASN Sesuai Keppres 4/2022
-
Bakal Ada Setengah Juta Orang Padati Kawasan Puncak Bogor Selama Libur Lebaran 2022
-
7 Pusat Oleh-oleh Unik Khas Jogja yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Menghabiskan Waktu Libur Lebaran ke Kota Gudeg
-
Hore! Ganjil Genap Ditiadakan di Tempat Wisata Jakarta Saat Libur Lebaran
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana